Berapa Biaya Sebenarnya Wuling Air EV Selama 5 Tahun? Kami Hitung

Sekitar Rp249 juta untuk lima tahun, atau Rp3.324 per kilometer dengan asumsi di bawah. Angka itu hanya unggul tipis atas city car bensin sekelas, dan keunggulannya hilang kalau pemakaian Anda di bawah 11.000 km per tahun atau nilai jualnya jatuh lebih cepat.

wuling-air-ev

Untuk siapa: Anda yang menghitung Air EV sebagai mobil harian dan ingin tahu total biayanya, bukan hanya harga belinya.
Bukan untuk: Anda yang ingin angka pasti. Angka di sini adalah skenario yang bisa Anda ganti.

Jawaban singkat

Air EV City car bensin
Total 5 tahun sekitar Rp249 juta sekitar Rp280 juta
Per kilometer sekitar Rp3.324 sekitar Rp3.737
Energi 5 tahun Rp21,3 juta Rp56,3 juta

Kesimpulan: EV unggul sekitar Rp31 juta dalam lima tahun, sebelum memperhitungkan selisih nilai jual. Setelah itu diperhitungkan, keunggulannya menipis drastis.

tipe-wuling-air-ev

Asumsi kami

Ganti angka mana pun di tabel ini dengan kondisi Anda.

Variabel Nilai Dasar
Jarak tempuh 15.000 km per tahun asumsi
Tarif listrik rumah Rp1.700 per kWh PLN golongan R-1, cek tarif berlaku
Konsumsi Air EV 6 km per kWh rentang komunitas pemilik
Harga bensin Rp13.500 per liter asumsi Pertamax
Konsumsi mobil bensin 18 km per liter klaim pabrikan, pemakaian campuran
Servis EV 5 tahun Rp1,5-3 juta inspection, ban, cairan
Servis bensin 5 tahun Rp7-10 juta servis berkala dan oli
Harga beli Rp225 juta vs Rp215 juta perlu konfirmasi OTR terkini
Depresiasi tambahan EV 10 poin persentase skenario, bukan ramalan

Rincian lima tahun

Komponen Air EV City car bensin
Harga beli Rp225 juta Rp215 juta
Energi (75.000 km) Rp21,3 juta Rp56,3 juta
Servis Rp2,3 juta Rp8,5 juta
Subtotal Rp248,6 juta Rp279,8 juta

Selisih bahan bakar dan servis: sekitar Rp41 juta untuk EV. Harga belinya lebih mahal sekitar Rp10 juta. Hasil bersihnya Rp31 juta.

Kapan balik modal

Titik balik modal terjadi ketika penghematan energi dan servis menutup dua hal: harga beli yang lebih mahal, dan nilai jual yang lebih rendah.

Selisih yang harus ditutup = Rp10 juta (harga beli) + Rp22,5 juta (depresiasi)
= Rp32,5 juta

Penghematan per km = Rp750 (bensin) - Rp283 (listrik) = Rp467
Ditambah penghematan servis Rp6 juta

Titik balik modal = (Rp32,5 juta - Rp6 juta) ÷ Rp467
= sekitar 56.800 km
= sekitar 11.400 km per tahun

Artinya: kalau pemakaian Anda di bawah 11.000 km per tahun, city car bensin secara hitungan justru lebih murah. Di atas 15.000 km per tahun, keunggulan EV melebar dengan cepat.

Tiga variabel yang mengubah hasil

1. Jarak tempuh. Ini yang paling menentukan.

Pemakaian Keunggulan Air EV 5 tahun
8.000 km/tahun bensin unggul sekitar Rp8 juta
15.000 km/tahun EV unggul sekitar Rp31 juta
25.000 km/tahun EV unggul sekitar Rp54 juta

2. Tempat mengisi daya. Kalau Anda bergantung pada SPKLU umum dengan tarif sekitar Rp2.500 per kWh, biaya energi naik dari Rp21,3 juta menjadi sekitar Rp31 juta. Titik balik modal bergeser ke sekitar 16.000 km per tahun.

3. Nilai jual kembali. Ini variabel paling tidak pasti, dan paling sering diabaikan. Selisih 10 poin persentase saja pada mobil Rp225 juta berarti Rp22,5 juta. Itu lebih besar daripada keuntungan bahan bakar setahun.

Kalau Anda di Sumatera Utara

Colokan rumah adalah penentu utama. Mayoritas rumah di Sumut punya garasi atau halaman, jadi ini keunggulan dibanding pengguna EV di apartemen Jakarta. Tanpa colokan, seluruh hitungan di atas berubah.

Rute Medan-Berastagi sekitar 66 km. Pergi pulang 132 km, masih dalam jangkauan tanpa pengisian di tengah jalan. Rute ini justru pemakaian ideal untuk mobil ini.

Servis berkala tetap menuntut perjalanan. EV mengurangi jenis servis, bukan menghilangkan kewajiban berkala. Hitung jarak ke diler resmi sebelum membeli.

Jangan beli kalau

  • Pemakaian Anda di bawah 11.000 km per tahun dan Anda membeli semata-mata untuk berhemat.
  • Anda tidak bisa mengisi daya di rumah.
  • Anda butuh mobil untuk perjalanan luar kota lebih dari 150 km sekali jalan secara rutin.
  • Anda berencana menjual dalam 2-3 tahun. Depresiasi jangka pendek adalah risiko terbesar.

Verdict

BELI kalau pemakaian Anda di atas 15.000 km per tahun, Anda mengisi daya di rumah, dan Anda berencana memakai mobil ini lebih dari lima tahun.

TUNGGU kalau pemakaian Anda rendah atau Anda belum bisa memasang colokan.

JANGAN kalau alasan utamanya berhemat, tapi jarak tempuh harian Anda di bawah 30 km. Dalam kondisi itu, mobil bensin lebih murah secara total.

Posisi kami: Air EV unggul bukan karena harganya, tapi karena jarak tempuh Anda.

FAQ

Berapa biaya listrik Air EV per bulan?
Dengan 1.250 km per bulan, sekitar Rp354 ribu memakai asumsi tarif Rp1.700 per kWh. Kalau mengisi di SPKLU umum, angkanya naik sekitar 50 persen.

Apakah benar EV bebas biaya servis?
Tidak. Tetap ada pemeriksaan berkala, penggantian ban, dan cairan. Yang hilang adalah penggantian oli dan beberapa item mesin.

Apakah hitungan ini berlaku untuk semua EV?
Polanya mirip, tapi angka absolutnya berbeda karena harga beli, konsumsi, dan nilai jual berbeda per model.

Kenapa nilai jual dimasukkan?
Karena itu komponen biaya terbesar yang sering diabaikan. Pada mobil Rp200 jutaan, selisih 10 poin persentase nilainya puluhan juta rupiah.

Kalau tarif listrik naik, apakah kesimpulannya berubah?
Pada tarif Rp1.700 per kWh, keunggulan EV masih bertahan di atas 11.000 km per tahun. Kenaikan tarif menggeser titik balik modal ke atas, tapi tidak membalikkannya pada pemakaian tinggi.

Sumber

  1. Spesifikasi resmi Wuling Air EV (situs ATPM), resmi. Kapasitas baterai dan range NEDC.
  2. Tarif tenaga listrik PLN golongan R-1, resmi. 
  3. Tarif SPKLU dari operator pengisian daya, sekunder.

Artikel ini disusun dari sumber pihak ketiga. Kami tidak melakukan pengujian kendaraan.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url