Gorga Batak Toba, Seni Ukir dalam Masyarakat Batak Lengkap dengan 11 (Sebelas) Makna, Macam dan Filosofi Gorga Batak Toba

Gorga Batak Toba, Seni Ukir dalam Masyarakat Batak Lengkap dengan 11 (Sebelas) Makna, Macam dan Filosofi Gorga Batak Toba

Gorga Batak Seni Ukir Dalam Masyarakat Batak


Makna, Macam Dan Filosofi Gorga Batak Toba


salah satu contoh gorga batak
Gorga Batak Toba, Sumber gambar : Instagram.com

Gorga Batak Toba 

Gorga Batak Toba atau dikenal juga sebagai seni ukir dengan cara memahat yang biasanya terdapat pada bagian luar rumah adat Batak Toba namun tidak menutup adanya ornamen sejenis yang terdapat pada bagian dalam rumah.

Adapun hiasan ornamen yang disebut dengan Gorga tidak hanya tertutup pada media bangunan rumah saja, namun tentunya ornamen yang disebut dengan Gorga Batak Toba ini meliputi benda-benda alat kesenian Bangsa Batak Toba.

Baca Juga : Semua Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Suku Bangsa Batak Dan Kenapa Kamu Harus Menjadi Batak


Beberapa alat seni musik yang memiliki ornamen ini Gorga Batak ini adalah Gondang, Sarune, Kecapi dan beberapa alat musik lainnya . Bagi teman-teman yang mungkin pernah melihat atau ingin mengetahui bagaimana bentuk ornamen seni ukir dari tanah Batak ini tidaklah cukup sulit untuk mengenalinya.

Selain warna cat yang memiliki 3 (tiga) warna dasar pada umunya, teman-teman SibatakJalanjalan dapat mengetahui bahwa ukiran tersebut adalah ukiran khas Batak dengan cara mengenali bentuk ukiran yang mirip patung cicak dan buah dada

Namun itu bukanlah hanya sekedar patung cicak dan buah dada.
Tetap baca tulisan SibatakJalanJalan yang berjudul Gorga Batak Toba dan Semua Hal tentang Seni Ukir dalam Masyarakat Batak . Jangan lupa untuk berkomentar, subscribe akun instagram-twitter-tumblr-youtube dan halaman Facebook sibatakjalanjalan.com ya teman-teman.


Gorga Terdiri Dari 3 (Tiga) Warna Dasar


seorang pria sedang melakukan pengecatan gorga batak
Proses penyelesaian Gorga Batak, Sumber gambar : Instagram.com

Adapun Gorga Batak Toba ini seperti yang SibatakJalanJalan jelaskan bahwa teman-teman dapat ketahui dari 3 (tiga) warna dasarnya, yaitu adalah warna Merah, Hitam dan Putih .

Tidak hanya terdapat pada karya seni ukir masyarakat Batak yang diwariskan secara turun-temurun. Ketiga warna dasar yang adalah merah, hitam dan putih ini juga merupakan warna dasar seni tenun yang bernama kain Ulos . 3 (tiga) warna ini kemudian dikenali sebagai tiga bolit .

Baca Juga : Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Jenis dan makna Ulos secara Tradisional dan Modern Lengkap dengan 8 Filosofi Ulos


Media

Media atau medium yang digunakan oleh para pengukir ini tidak hanya terbatas pada medium kayu saja, seiring waktu berjalan maka media yang digunakan semakin beragam. 
Seperti bentuk relief pada semen rumah dan tentunya dengan penggabungan cat warna permanen.

Adapun jenis kayu yang kemudian digunakan untuk dijadikan medium pahat adalah jenis kayu lunak dan mudah dipahat, bernama kayu Ungil atau kayu Ingul .

Kenapa sih harus kayu Ungil atau kayu Ingul ?

Karena sifat kayu ini tahan terhadap sinar matahari langsung juga tahan terhadap terpaan hujan.
Sehingga hasil pahat yang telah selesai dibuat pada kayu ini tidak cepat rusak atau lapuk. 
Mantap juga ya teman-teman kayu Ungil atau kayu Ingul kalau teman-teman pembaca SibatakJalanJalan lebih senang mengucapkan yang terakhir . hehe

Jenis dan Macam Gorga

 
contoh seni ukir gorga batak di rumah adat batak toba
Rumah adat Batak Toba dengan Gorga, Sumber gambar : Pinterest.com

Jenis dan macam Gorga Batak Toba ini sendiri memiliki 2 (dua) macam jenis. Ada yang menurut pengerjaannya dan adapula yang berdasarkan bentuknya. 
Kira-kira teman-teman pembaca SibatakJalanJalan.com sudah pernah lihat salah satu diantara kedua ini belum ?

Baiklah SibatakJalanJalan akan membawa teman-teman pembaca berjalan-jalan dan berkeliling untuk melihat lebih jauh lagi .

a.      Gorga menurut cara pengerjaanya :

1.      Gorga Dais
2.      Gorga Uhir

 

b.      Gorga Menurut Bentuknya

1.      Gorga Boras Pati dan Adop Adop
2.      Gorga Desa Naualu
3.      Gorga Ipon-ipon
4.      Gorga Jorgom
5.      Gorga Si Marogungogung
6.      Gorga Simataniari
7.      Gorga Singa-Singa
8.      Gorga Sitompi
9.      Gorga Ulu Paung

 

Disini SibatakJalanJalan akan jelaskan Gorga-gorga ini dengan jelas dan detail kepada teman-teman pembaca semua .

gorga batak toba
Gorga Batak Toba, Sumber gambar : Instagram.com


11 (Sebelas) Makna, Macam dan Filosofi Gorga Batak Toba

a.      Gorga Dais

Dais dalam bahasa Batak Toba adalah “tersentuh”, atau dua hal yang bersentuhan. Maka Gorga Dais ini memiliki makna dua hal yang menjadi satu, atau Gorga yang diukir dan dibuat pada rumah adalah bentuk pelengkap. Baik didalam rumah maupun pada bagian luar rumah .

b.      Gorga Boras Pati dan Adop Adop

 
contoh gorga adop adop
Gorga Adop-Adop, Sumber gambar : Instagram.com
Boras Pati adalah sejenis mahluk hidup yang dipercaya oleh masyarakat Batak memiliki rupa seperti kadal atau cicak .

Boras Pati sendiri jarang ditemukan atau menampakkan diri, jika Boras Pati ini  menampakkan diri maka hal ini menandakan kesuburan pada tanaman dan panen yang sangat baik. Adapun Boras Pati atau cicak ini seperti yang SibatakJalanJalan katakan diawal bahwa pada Gorga-gorga Batak Toba sering berupa perwujudan cicak dan telur, namun hal itu bukanlah telur cicak itu sendiri .
Melainkan adalah buah dada atau payudara
Lah ? Mengapa ? teman-teman pembaca pasti bertanya-tanya .

Berdasarkan informasi yang SibatakJalanJalan miliki bahwa payudara maupun buah dada wanita  atau dalam bahasa Batak Tobanya adalah “Adop Adop” memiliki makna yang luhur dalam budaya suku Bangsa Batak .

Payudara yang besar dan memiliki air asi yang deras menandakan bahwa anak dari sang ibu kelak akan menjadi anak yang sehat dan banyak jumlahnya (anak) .
Sehingga kesimpulannya maka Boras Pati akan membawa keberkahan dan kekayaan dikenal dengan Hamoraon, lalu Adop Adop yang dijadikan perlambangan dari banyaknya keturunan dikenal dengan Hagabeon .

Gorga ini setidaknya sudah memberikan  pandangan kita tentang kehidupan masyarakat Batak Toba yang masih memegang teguh filosofi 2 dari 3 makna dari Dalihan Na Tolu .
Dalihan na Tolu, yaitu : Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon .

Baca Juga : Tentang Dalihan Na Tolu, dalam artikel Semua Hal yang perlu Kamu ketahui tentang Suku Bangsa Batak dan Kenapa Kamu Harus Menjadi Batak


c.       Gorga Desa Naualu

Naualu dalam bahasa Batak Toba memiliki arti 8 (delapan) . Lalu apakah yang dimaksud dengan 8 (delapan) Desa atau Desa Naualu itu ?
Desa Naualu memiliki arti 8 (delapan) penjuru mata angin, ya mata angin . Pada masa dahulu kala suku bangsa Batak telah mengenal 8 (delapan) penjuru mata angin .

Pengenalan 8 (delapan) juru mata angin dahulu digunakan masyarakat suku Bangsa Batak dalam hubungan melakukan aktivitas-aktivitas ritual, horoscope/ramalan kepada seseorang maupun sekeluarga . Maka perwujudan Gorga Desa Naualu menjadi hal yang harus diingat karena pentingnya suku Bangsa Batak mengenal ini sebagai warisan leluhur dalam bentuk Gorga .


d.      Gorga Ipon-Ipon

Ipon dalam bahasa Batak Toba memiliki arti gigi. Dalam filosofinya bahwa manusia tanpa gigi adalah sesuatu yang ganjil, kurang menarik . Sama halnya dengan Gorga Ipon-Ipon ini, jenis Gorga ini adalah jenis gorga tambahan yang berada pada sisi/pinggir papan. Ukurannya setiap Ipon atau gigi bisa mencapai 2 (dua) hingga 3 (tiga) sentimeter .

Sehingga Gorga Ipon-Ipon yang berada pada tepi-tepi papan/medium menjadi hiasan yang menarik dengan warna tentunya .


e.       Gorga Jorgom

contoh gorga jorgom
Gorga Jorgom, Sumber gambar : Pinterest.com

Gorga Jorgom atau Gorga Ulu Singa yang berarti Ulu adalah kepala atau bagian atas tubuh . Ditempatkan biasanya diatas pintu masuk rumah, baik berwujud binatang maupun manusia .Penempatan kata Singa bukan berarti Gorga ini harus berwujud binatang buas Singa ya teman-teman pembaca SibatakJalanJalan .


f.       Gorga Si Marogungogung

Ogung dalam bahasa Batak Toba memiliki arti Gong .

Mengapa Gong ?

Menurut runut sejarah yang kita ketahui bersama, teman-teman SibatakJalanJalan tentu juga mengetahui bahwa Gong adalah salah satu alat musik seni yang berasal dari India.

Tentunya hingga sampai ketanah Batak, Gong atau Ogung atau Marogungogun (dalam bahasa Batak Toba) yang kita ketahui berasal dari India ini menjadi sangat berharga untuk bisa sampai ke Tanah Batak. Selain karena perjalanannya yang memakan biaya yang banyak juga proses hingga sampai dan dimiliki oleh seseorang di Tanah Batak.

Maka dengan adanya Gorga Si Marogungogun ini, adalah lambang kebesaran dan keberadaan (kekayaan) seseorang atau keluarga yang mendiami tempat atau memiliki jenis Gorga ini .


g.      Gorga Simataniari

Simataniari memiliki arti dalam masyarakat Batak Toba adalah Matahari . Biasanya jenis Gorga ini berada di sisi kiri dan kanan rumah . Seperti halnya matahari yang berada pada arah mata angin yang berlawanan saat terbit dan tenggelam .

Filosofinya adalah bahwa Matahari merupakan sumber pencahayaan dunia ini, sebelum adanya lampu atau lilin . Matahari juga secara langsung membantu kehidupan manusia dalam keberlangsungan sumber-sumber makanan manusia, contohnya tumbuhan dapat berfotosintesis jika disinari matahari .


h.      Gorga Singa-Singa

Lain Gorga Ulu Singa, lain pula Gorga Singa-Singa . Singa yang dimaksud pada Gorga Singa-Singa adalah seekor raja hutan yang kuat, berwibawa dan berkuasa .
Maka orang yang mendirikan/memiliki Gorga Singa-Singa haruslah orang-orang yang berwibawa dimata masyarakat .


i.        Gorga Sitompi

Sitompi, berasal dari kata “tompi” yang memiliki arti dalam bahasa Batak Toba adalah perkakas petani yang disangkutkan dileher kerbau saat membajak sawah .
Gorga Sitompi ini memiliki filosofi antara manusia dan kerbau, selain karena keindahan Gorga ini. Hal lainnya adalah bahwa jasa alat yang bernama “Tompi” ini antara kerbau dan manusia .


j.        Gorga Uhir

Uhir yang memiliki arti dalam bahasa Batak Toba adalah “ukir;mengukir” . Adalah salah satu pengerjaan gorga dengan memakai alat pahat kemudian diwarnai dengan 3 (tiga) warna dasar merah, hitam dan putih .


k.      Gorga Ulu Paung

 
rumah bolon dengan hiasan gorga
Rumah Bolon dengan hiasan Gorga Batak, Sumber gambar : Instagram.com

Ulu Paung memiliki arti dalam bahasa Batak Toba adalah bagian paling puncak dari rumah . Tanpa adanya Gorga Ulu Paung membuat rumah seakan kurang gagah .

Selain penambah hiasan rumah, pada zaman dahulu kala Gorga Ulu Paung, dibekali dengan kekuatan metafisik bersifat gaib untuk menangkal kekuatan hitam dari luar yang menjadi cikal bakal pengganggu keharmonisan di dalam penghuni rumah tersebut .

Demikian artikel SibatakJalanJalan kali ini yang membahas mengenai Gorga Batak Toba dan Semua Hal tentang Seni Ukir dalam Masyarakat Batak .
Jangan lupa untuk berkomentar, subscribe akun instagram-twitter-tumblr-youtube dan halaman Facebook sibatakjalanjalan.com ya teman-teman.
Sekian.
HORASSS .....!

Posting Komentar

0 Komentar