Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Jenis dan makna Ulos secara Tradisional dan Modern Lengkap dengan 8 Filosofi Ulos

Jenis, Makna Dan Informasi Filosofi Ulos



seseorang dengan menggunakan ulos dekat dengan danau toba
Seorang perempuan dengan balutan kain Ulos, Sumber gambar : Instagram.com

Ulos, atau kain Ulos. Bagi teman-teman pembaca yang juga merupakan penggemar gaya busana dan trend masa kini pastinya pernah dan tahu sedikit banyak tentang jenis kain yang memiliki asal-usul dari budaya masyarakat suku Bangsa Batak.

Ulos juga merupakan warisan secara turun temurun kakek-nenek moyang dari orang-orang Batak. Dan hingga sampai saat ini, Ulos atau kain Ulos tetap memiliki tempat di hati masyarakat Batak, tidak tertindas oleh zaman, tidak hilang oleh waktu.

Adapun variasi dari warisan yang memiliki makna yang luhur dan penuh sejarah ini, masih tetap teman-teman sibatakjalanjalan.com kembangkan dengan baik selain daripada kegunaan khususnya pada acara adat. Contohnya yang sedang trend saat ini menjadi variasi buah tangan/souvenir unik. 


WARNA

seorang gadis dengan kain ulos batak
Seorang gadis dengan kain Ulos Batak, Sumber gambar : Instagram.com

Dasar warna Ulos didominasi oleh warna merah, hitam dan putih . Adapun yang kemudian disebut “corak” adalah warna-warna benang tambahan seperti warna emas dan warna perak .

Baca Juga : Gorga Batak Toba, Seni Ukir dalam Masyarakat Batak Lengkap dengan 11 (Sebelas) Makna, Macam dan Filosofi Gorga Batak Toba


ARTI DAN MAKNA ULOS

presiden joko widodo dan ibu negara dengan balutan kain ulos batak
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara dengan balutan kain Ulos Batak, Sumber gambar : Instagram.com

Tentu alasan mengapa sebuah budaya dan atau warisan para leluhur masih tetap teguh kita pegang adalah karena kita percaya bahwa dengan apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang memiliki makna pula,  memberikan pengilhaman, dan membuat semua hal yang telah dilakukan menjadi bagian yang berharga. 
Ini pula yang menjadi alasan kita untuk tetap berkeinginan agar penerus kitapun tetap menjaganya.

Begitupun dengan kain Ulos. Bagi masyarakat Batak yang masih tetap menjaga warisan leluhur ini hingga sekarang memandang Ulos bukan hanya kain berwarna cerah dan gelap dominan yang mudah memikat mata.

Teman-teman SibatakJalanJalan pernahkah anda mendengar suatu kegiatan acara yang disebut dengan Mangulosi

Ya, kegiatan Mangulosi ini adalah bagian yang ada dari hampir semua ragam acara yang dilakukan masyarakat Batak pada umumnya.

Mulai dari upacara pernikahan, kelahiran, dan juga duka cita . Kegiatan Mangulosi atau memberikan Ulos dengan cara dipakaikan langsung oleh pemberi kepada penerima Ulos .

Pemberian Ulos ini didasari oleh pemikiran para moyang suku Batak yang percaya dalam 3 (tiga)unsur kehidupan manusia yaitu : Darah, Nafas dan Kehangatan .

Dalam kehangatan ini juga dibagi menjadi 3 (tiga) hal, yaitu : Matahari, Api dan Ulos .
Dan Mangulosi, atau memberikan Ulos adalah simbol dari memberikan rasa hangat kepada pemakai/penerimanya .

Dan penting teman-teman pembaca ketahui bahwa daerah permukiman masyarakat suku Bangsa Batak dahulu sangat banyak ditumbuhi pepohonan dan udaranya pun sangat dingin .

ATURAN

keluarga dengan pakaian lengkap ulos Batak
Keluarga dengan pakaian ulos lengkap, Sumber gambar : Instagram.com

Mangulosi pastinya dipandang sesuatu yang sangat patut dilestarikan bukan teman-teman. 
Diharapkan jika seseorang memberi kita sesuatu yang berharga pastinya kita berharap suatu saat nanti dapat memberikan timbal baliknya atau kalau bisa lebih dari apa yang pernah diberikan kepada kita.

Namun untuk tradisi Mangulosi tidak semua orang ternyata dapat memberikan Ulos kepada yang lain. 

Ada beberapa tata cara dan aturan yang harus dipatuhi. Dan yang paling penting dan utama adalah bahwa adanya aturan nomor urut marga dari nomor urut terkecil pada nomor urut terbesar maka tradisi Mangulosi dapat dilakukan. Untuk aturan lainnya teman-teman pembaca SibatakJalanJalan bisa membaca dibawah ini, yaitu adalah sebagai berikut :

a)      Bahwa dalam kegiatan Mangulosi hanya diberikan kepada kerabat yang berada di bawah pemberi (dapat dilihat berdasarkan nomor urut dalam Marga atau posisi dalam tingkat adat) . Contohnya adalah Natoras tu ianakhon (artinya orangtua kepada anak), Hula-hula kepada Boru, dan sebagainya .
b)      Pemberian jenis Ulos pada saat Mangulosi haruslah tepat kepada penerimanya . Contohnya adalah jenis Ulos Ragihotang yang adalah harus diberikan kepada Hela (menantu laki-laki) .

PENGGUNAAN ULOS

seorang artis dengan kain ulos yang dimodernisasi
Balutan kain Ulos dengan Modernisasi, Sumber gambar  : Instagram.com

Ok, sekarang teman-teman SibatakJalanJalan sudah mengetahui setidaknya tujuan dan makna Ulos kepada siapa dan jenis yang mana . 
Sekarang SibatakJalanJalan ingin menjelaskan lebih detail tentang Ulos ini. Sama seperti kain pada umumnya yang adalah untuk melindungi tubuh dan menghangatkan pemakainya, maka begitulah filosofi daripada Mangulosi .

Namun tahukah anda teman-teman pembaca SibatakJalanJalan, bahwa ada ketentuan-ketentuan jenis Ulos untuk dipakai dan dalam hal apa dan bagaimana sebuah kain Ulos dapat digunakan. 

Hal ini kemudian SibatakJalanJalan rasa menjadi sangat penting diperhatikan agar kita selaku penerus bangsa tidak kehilangan warisan berharga dari para nenek dan kakek moyang kita terdahulu, khususnya Bangsa Batak.

pawai busana dengan kain ulos batak
Pawai dengan pakaian ulos Batak, Sumber gambar : Instagram.com

Adapun  beberapa jenis Ulos dan cara penggunaannya adalah sebagai berikut :

a)      Siabithonon yang artinya dipakai pada tubuh sebagai sarung dan atau baju. Jenis Ulos untuk hal Siabithononadalah Ulos Ragidup, Ulos Sibolang, Ulos Jobit, dan sebagainya .
b)      Sihadanghononhon yang artinya jenis Ulos ini digunakan/peletakannya pada bahu pemakai. Adapun jenis Ulos yang digunakan adalah jenis Ulos Sirara, Ulos Sumbat, Ulos Bolean, Ulos Mangiring dan lainnya .
c)      Sitalitalihononhon yang artinya jenis Ulos ini digunakan sebagai pengikat kepala. Adapun jenis Ulos yang digunakan adalah Ulos Tumtuman, Ulos Mangiring, Ulos Padang Rusa dan lainnya .

YANG HILANG

Adapun beberapa jenis Ulos yang mungkin dinyatakan ‘hilang’ adalah untuk jenis Ulos Raja, Ulos Ragi Botik, Ulos Gobar, Ulos Saput (ini adalah jenis Ulos khusus digunakan sebagai pembungkus jenazah) dan Ulos Sibolang .

SibatakJalanJalan masih meragukan bahwa jenis Ulos ini benar-benar hilang, hanya saja mungkin kata yang lebih tepatnya adalah langka . Ya, untuk jenis Ulos yang SibatakJalanJalan sebutkan diatas sudah mulai langka 
.


Warisan Budaya Leluhur dan Tantangan Bagi Pemuda-Pemudi Penerus Bangsa Batak


pengerjaan kain ulos dengan cara ditenun dengan tangan
Menenun Ulos dengan tangan, Sumber gambar : Instagram.com

pengerjaan kain ulos dengan bantuan alat
Pengerjaan kain Ulos dengan alat, Sumber gambar : Instagram.com

Budaya dan era zaman yang semakin modern memberikan tantangan baru kepada pemuda-pemudi bangsa, khususnya bagi para pemuda dan pemudi dengan suku Bangsa Batak. 

Dimana kita sebagai pemuda/i yang memiliki budi yang luhur, kini menjadi penanggung jawab warisan budaya kain Ulos. Baik kepada masyarakat maupun para leluhur yang telah mendahului kita.
Kita, pemuda-pemudi suku Bangsa Batak bisa saja melupakan sejarah dan diri kita .

Namun benarkah ini menjadi pilihan kita selaku pemuda dan pemudi suku Bangsa Batak sementara para leluhur sudah menjaga tradisi dan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad lamanya ?

Ulos bisa saja teman-teman pembaca lihat hanya sebagai sebuah kain penghangat tubuh saat udara dingin, namun bagi SibatakJalanJalan, SibatakJalanJalan ingin menekankan seperti pada kalimat awal pembuka artikel ini pada teman-teman pembaca bahwa Ulos yang kini menjadi warisan budaya kita adalah sebenarnya sebuah perlambangan kehangatan yang telah mengakar dan diwariskan dari para leluhur kita hingga sampai kepada anda, para anak.. cucu dan cicitnya.

Untuk itupun SibatakJalanJalan tidak menyalahkan bila teman-teman kini telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang Ulos ini (baik secara negatif).

Dan alangkah baiknya meskipun sudah tergerus oleh perkembangan zaman namun kita tetap menjaga dan memberikan penghargaan-penghargaan kepada warisan leluhur yang bernama kain Ulos Batak .

Mungkin SibatakJalanJalan perlu menjelaskan beberapa jenis dan Filosofi kain Ulos ya teman-teman, agar teman-teman pembaca SibatakJalanJalan.com semakin semangat menjaga warisan budaya suku Bangsa Batak ini ya teman-teman.

Tetap semangat dan jangan lupa untuk SHARE/BAGIKAN dan SUBSCRIBE/LANGGANAN untuk artikel SibatakJalanJalan.com yang terbaru .
dua orang remaja dengan balutan kain ulos
Dua remaja dengan kain Ulos, Sumber gambar : Instagram.com


8 (delapan ) Jenis-JenisUlos, makna, fungsi dan Filosofi

a.      Ulos Antakantak

(Dibaca dengan kurangnya penekanan pengucapan pada huruf ‘n’) Jenis Ulos ini adalah sebuah jenis Ulos yang digunakan sebagai selendang pada orangtua yang tujuannya hendak melayat orang yang meninggal. 
Adapun kegunaan Ulos ini adalah menjadi kain yang dililitkan pada kepala sewaktu Manortor .

b.      Ulos Bintang Maratur

Sebenarnya jenis Ulos ini adalah jenis Ulos yang paling banyak digunakan dalam acara-acara adat Batak Toba, dan Umumnya pemberian Ulos ini diberikan dari orang-orang kepada orang-orang yang sedang bersukacita .

1.      Kepada anak yang memasuki rumah baru atau memiliki rumah baru.
Siapa yang tidak bahagia memiliki rumah baru, dan dalam budaya Suku Bangsa Batakpun memiliki rumah sebagai tempat tinggal adalah sebuah kebanggan dari kedua orangtu maupun anak dari keluarga tersebut, dan Ulos Bintang Maratur ini kemudian diberikan sebagai tanda sukacita orangtua kepada anaknya atas memiliki rumah barunya.

2.      Kepada keluarga yang selamatan 7 bulan kehamilan.
Memang pada umunya sukacita ditandai dengan kelahiran seorang anak ke dunia pada bulan ke 9 kehamilan. Namun bagi keluarga besar suku Bangsa Batak, kabar mendengar sanak-saudaranya yang sedang mengandung 7 bulan adalah sebuah kabar yang sangat sukacita, bahwa akan ada anggota keluarga baru ditengah-tengah suku Bangsa yang besar itu . Adapun Ulos Bintang Maratur diberikan oleh pihak Hula-hula kepada anaknya .

c.       Ulos Mangiring

Adapun jenis Ulos Mangiring digunakan sebagai selendang atau kemudian lebih dikenal dengan Tali-tali . Ulos ini juga dapat dijadikan sebagai Ulos pemberian dari kakek-nenek kepada seorang cucu yang lahir agar senantiasa diiringi kelahiran anak seterusnya .

d.      Ulos Pinuncaan

Jenis Ulos ini terdiri dari 5 (lima) bagian pada umumnya dan ditenun secara terpisah, lalu kemudian disatukan menjadi satu Ulos yang utuh. 

Adapun keistimewaan Ulos ini dibagi menjadi beberapa kegunaan, anatara lain :
1.      Dipakai oleh Raja-raja Adat dalam acara sukacita maupun dukacita dengan cara disandang .
2.      Dipakai oleh Rakyat biasa pada acara pesta pernikahanau upacara adat lainnya oleh pemilik acara/tuan rumah yang dikenal juga sebagai Sihabolonon/Hasuhuton .
3.      Pada acara pesta besar dalam acara Marpaniaran (keluarga istri dari golongan yang disebut Hula-hula) , Ulos ini juga dipakai/dililitkan sebagai Kain/Hohophohop oleh keluarga Hasuhuton (tuan rumah) .
4.      Berfungsi sebagai Ulos Passamot , Ulos yang diberikan oleh pihak keluarga pengantin perempuan (dikenal dengan Hula-hula) kepada  pihak pengantin laki-laki (yang dikenal dengan Pangoli) pada acara pernikahan keduanya yang diberikan sebagai tanda bahwa kedua belah pihak keluarga kini telah sah menjadi keluarga dekat .

e.       Ulos Ragi Hotang

Ulos Ragi Hotang dikenal juga sebagai Ulos Hela . Kenapa ? Pada saat acara pernikahan antara dua insan manusia, sepasang kekasih yang akan mengarungi bahtera rumah tangga.

Pemberian Ulos Hela memiliki makna yang filosofis yaitu sebagai tanda bahwa keluarga kedua orang tua pengantin perempuan telah menyetujui putrinya dipersunting oleh seorang pria (Hela/menantu) dan biasanya diberikan pula Mandar Hela (Sarung Menantu) yang dimana hal ini dimaknai bahwa pria/hela/menantu tersebut jangan lagi berlaku seperti dirinya yang pria lajang dahulu, namun kini sudah harus menjadi orangtua .

f.       Ulos Ragi Huting

Pada zaman dahulu, konon dikatakan bahwa pengguna Ulos Ragi Huting adalah pakaian yang digunakan oleh gadis-gadis dengan cara dililitkan. Yang menandakan bahwa gadis tersebut adalah seorang putri Batak Toba yang beradat .

g.      Ulos Sibolang Rasta Pamontari

Pada awalnya Ulos ini dipakai pada acara Sukacita dan Dukacita, namun pada masa kini Ulos ini digunakan pada acara dukacita saja.

Contoh dari penggunaan Ulos Sibolang ini dinyatakan sebagai simbol dukacita. Yang adalah digunakan sebagai Ulos Saput (pada orang dewasa yang meninggal namun belum memiliki cucu) juga sebagai Ulos Tujung pada seorang Janda atau Duda dengan kata lain dalam kondisi ditinggal mati oleh suaminya/istrinya . 
Adapun dipakai oleh orang lain menandakan bahwa yang bersangkutan adalah keluarga dekat dari orang yang meninggal .

h.      Ulos Tumtuman

Dipakai sebagai Talitali dengan motif dan dipakai oleh anak yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah anak pertama dari Hasuhutan (tuan rumah) .
sepasang pria dan wanita dengan kain ulos batak
Pria dan wanita dengan kain Ulos Batak, Sumber gambar : Instagram.com

Demikian artikel SibatakJalanJalan tentang SemuaHal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Jenis dan makna Ulos secara Tradisional dan Modern Lengkap dengan 8 Filosofi Ulos. Jangan Lupa untuk terus SHARE/BAGIKAN dan SUBSCRIBE/LANGGANAN artikel SibatakJalanJalan.com terbaru ya teman-teman pembaca .
Sekian.
HORASSS ... !!


Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1