Sejarah Dan Dasar Pariwisata Indonesia

Sejarah Pariwisata di Indonesia


Pengertian tentang Pariwisata dan sejarah pariwisata, kemudian cabang-cabang dari arti wisatawan. Di Indonesia sendiri mengenai Pariwisata telah dijelaskan dalam Undang-undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan kemudian daripada WTO (1999:5) telah penulis rangkum mengenai apa yang dimaksud dengan pariwisata.

pantai di indonesia

Sejarah Pariwisata Dunia

Perlu teman-teman www.sibatakjalanjalan.com ketahui bahwa ‘Pariwisata’ bermula dari negara Perancis sekitar pada akhir abad ke 17

Seorang bernama Maurice pada Tahun 1972 menerbitkan sebuah buku petunjuk dengan judul yaitu “The True Quide For Foreigners Travelling in France to Appreciate its Benevialities, Learn the language and take exercise” .
 
Dalam buku “The True Quide For Foreigners Travelling in France to Appreciate its Benevialities, Learn the language and take exercise” disebutkan bahwa ada dua perjalanan yang dapat teman-teman sibatakjalanjalan ketahui, yaitu perjalanan besar dan kecil (Grand Tour dan Petit Tour).
 
(Dalam Maurice, 1972) dirunut dari sejarah Grand Tour di Negara Inggris, sehingga Pariwisata mendapat arti yang berbeda dari sebelumnya, bahwa yaitu dengan sebelumnya kemudian Pariwisata dijadikan unsur pendidikan diplomasi dan politik. 

Bergerak cepat hingga pada pertengahan abad ke-19, total dari jumlah seluruh dunia dari orang-orang yang dapat berwisata masih terbatas.

Oleh karena adanya kebutuhan  waktu yang cukup lama dan adanya biaya yang cukup besar, perihal kemudian dengan kepercayaan akan keamanan yang kurang terjamin, lalu alasan oleh karena sarananya yang masih cukup sederhana.

Tetapi sesudah masa dari Revolusi Industri keadaan tersebut telah berubah, tidak hanya golongan elite saja yang dapat melakukan kunjungan wisata atau berpariwisata, namun kemudian terdapat pada lapisan kelas menengah juga dapat melakukannya. 

Sejarah juga mencatat saat abad Ke-20, seperti yang teman-teman www.sibatakjalanjalan.com kemudian ketahui, setelah berlalunya perang dunia ke-II, kemudian timbul akan adanya kemajuan teknik produksi bersamaan dengan apa yang terjadi pada teknik penerbangan secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak kenaikan secara signifikan pada pariwisata.
 
Keberadaan pilihan dari jenis transportasi yang ada tidak melulu terdapat pada kereta api lokomotif seperti tahun-tahun sebelumnya, namun sudah merambah pada transportasi udara dan laut yang lebih memadai dan komersil.

Tercatat, pada abad yang sama, abad ke-20. Perkembangan layanan transportasi dari pariwisata yang kemudian muncul adalah adanya layanan dari berbagai daerah dan Negara mengenai perjalanan paket (Package tour).


Dasar - Dasar Pariwisata


jalan utama di aceh


Pariwisata juga dapat teman-teman sibatakjalanjalan.com artikan sebagai suatu kegiatan  yang bersifat dinamis, dimana pariwisata dapat melibatkan banyak hal termasuk manusia didalamnya, baik manusia secara individu maupun kelompok. 

Serta dapat menghidupkan berbagai sektor dari bidang-bidang usaha. 

Hal ini penulis sibatakjalanjalan jelaskan oleh karena beberapa istilah kepariwisataan perlu dijabarkan supaya teman-teman sibatakjalanjalan menjadi terbiasa. 

Tujuan perjalanan dari kepariwisataan juga akan dikupas, hal ini diharapkan sehingga perbedaan dari pada wisatawan vakansi dan wisatawan bisnis perlu dijelaskan dan hal apa yang akan kemudian dapat membedakannya masing-masing dari tujuan wisatawan dimana wisatawan dapat memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda pula. 

Sehingga penanganan pelayanan serta fasilitas serta sarana prasarananyapun diharapkan kedepannya mendapat perhatian dan pendekatan khusus.

Kemudian yang berhubungan dengan  konsep dan definisi daripada pariwisata.
Yaitu dimaksudkan agar  wisatawan secara klasifikasinya perlu ditetapkan oleh karena  sifatnya yang dinamis. 

Dalam kepariwisataan, menurut Leiper dalam Cooper et.al (1998:5) terdapat tiga elemen utama yang menjadikan kegiatan tersebut bisa terjadi. Kegiatan wisata terdiri atas beberapa komponen utama yaitu :


1. Wisatawan (Tourist)


pulau karang tapanuli tengah


Wisatawan adalah aktor pelaku dalam kegiatan wisata. Berwisata menjadi sebuah pengalaman manusia untuk menikmati, mengantisipasi dan mengingatkan masa-masa di dalam proses menikmati kehidupan dalam perjalanan mereka.

Wisatawan adalah seseorang yang melakukan perjalanan baik secara individu maupun kelompok sejauh minimal 80 km dalam waktu lebih dari 24 jam dengan tujuan untuk mencari kesenangan/rekreasi di objek/ destinasi wisata.


Wisatawan dibagi atas hal berikut :
    • Wisatawan Domestik 
    • Wisatawan Asing
    • Domestic Foreign Tourist
    • Indigenous Tourist
    • Transit Tourist
    • Business Tourist

2. Elemen geografi


perbatasan diy dan jateng


Pergerakan wisatawan kemudian dapat berlangsung pada tiga lapisan dari area geografi, seperti penulis jelaskan berikut ini :

  • a. Daerah Asal Wisatawan (DAW)

Daerah tempat asal wisatawan berada, tempat ketika melakukan aktivitias keseharian, seperti bekerja, belajar, tidur dan kebutuhan dasar lain. 

Rutinitas itu sebagai pendorong untuk memotivasi seseorang berwisata. 

Dari DAW/ Daerah Asal Wisatawan kemudian dapat diketahui bahwa seseorang dapat mencari informasi tentang obyek dan daya tarik dari wisata/pariwisata yang sekiranya akan diminati, atau rencana dalam membuat pemesanan jadwal sampai pada tanggal keberangkatan menuju pada daerah destinasi wisata tujuan.


  •  b. Daerah Transit (DT)

Penting diketahui oleh teman-teman sibatakjalanjalan.com bahwa seorang ataupun rombongan wisatawan tidak melulu hanya terfokus pada satu destinasi wisata saja dalam sebuah kunjungan perjalanan wisata.

Dalam layanan paket wisata misalnya, bisa jadi dapat melingkupi satu daerah dengan berbagai macam wisata, dan tidak menutup untuk kunjungan satu Negara, satu Benua atau bahkan yang teman-teman sibatakjalanjalan ketahui saat ini sudah hadir paket-paket wisata keliling dunia.

Oleh karena itu kemudian diharapkan sehingga peranan dari apa yang disebut sebagai DT/Daerah Transit wisata pun penting. 

Seringkali terjadi dan penulis bersama temui bahwa perjalanan wisata berakhir di daerah transit, bukan di daerah tujuan wisata itu sendiri. 

Sebagai contoh nyatanya teman-teman dapat ketahui beberapa Negara seperti negara-negara contohnya Singapura dan Hong Kong berupaya menjadikan daerahnya multifungsi, yakni sebagai Daerah Transit dan Daerah Tujuan Wisata.


  • c. Daerah Tujuan Wisata

Daerah Tujuan Wisata dikenal juga sebagai sharp end (ujung tombak) nya pariwisata.
Mengapa disebut sebagai sharp end ?

Diketahui bahwa DTW/Daerah Tujuan Wisata merupakan apa yang kemudian menjadi dampak daripada pariwisata yang sangat dirasakan sehingga dibutuhkan perencanaan dan strategi manajemen yang tepat. 

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan usaha untuk menarik wisatawan, DTW/Daerah Tujuan Wisata bisa merupakan pemacu keseluruhan sistem pariwisata dimana dapat menciptakan permintaan untuk perjalanan dari DAW/ Daerah Tujuan Wisata. 

DTW/ Daerah Tujuan Wisata juga merupakan raison d’etre atau dikenal juga sebagai alasan utama (DTW) yakni diharapkan kedepannya perkembangan pariwisata yang mampu menawarkan hal-hal yang berbeda sehubungan dengan kunjungan dan rutinitas wisatawan.


3. Industri Pariwisata


resort di bali


Elemen ketiga dalam sistem pariwisata adalah industri pariwisata. 

Industri dapat menyediakan hal-hal yang berhubungan dengan jasa, daya tarik, baik juga sarana wisata

Industri pariwisata dapat menjadi suatu  rupa dari unit-unit usaha atau bisnis di dalam kepariwisataan dan disebar pada tiap-tiap ketiga area geografi tersebut. 

Sebagai contoh, biro perjalanan wisata bisa teman-teman sibatakjalanjalan.com temukan di daerah asal wisatawan. 

Penerbangan bisa ditemukan baik di daerah asal wisatawan maupun di daerah transit, dan untuk hal yang berhubungan dengan akomodasi bisa ditemukan di daerah tujuan wisata. 

Pariwisata dapat menjadi sebuah pergerakan manusia secara temporer dan spontan di dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu untuk dicapai. 

Industri pariwisata sangat mampu menjadi pendorong sehingga dapat menumbuhkan kegiatan-kegiatan dalam bidang konsumsi dan produksi barang maupun jasa-jasa yang dimana sangat diperlukan oleh wisatawan kelak di hari depan. 

Pengertian lain Pariwisata dapat memiliki arti atas kegiatan yang dapat dipahami dari banyak pendekatan. 


Dalam Undang-undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa :

  • a. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tank wisata yang dikunjungi, dalam jangka waktu sementara.

  • b. Wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan wisata.

  • c. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.

  • d. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin tersebut diatas yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan Negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesame wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pengusaha.

  • e. Usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata.

  • f. Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.

  • g. Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan /atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.


Menurut WTO (1999:5) yang dimaksud dengan Pariwisata :

  • a. Tourismactivities of persons traveling to and staying in places outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes.
Dimana maksudnya adalah bahwa Pariwisata dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya. Perjalanan wisata ini berlangsung dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun secara berturut-turut untuk tujuan bersenang-senang, bisnis dan lainnya.

  • b. Visitorany person traveling to a place other than that of his/her usual environ-ment for less than 12 consecutive months and whose main purpose of travel is not to work for pay in the place visited
Dimana maksudnya adalah bahwa pengunjung adalah siapa pun yang melakukan perjalanan ke daerah lain di luar dari lingkungan kesehariannya dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan berturut-turut dan tujuan perjalanan tidak untuk mencari nafkah di daerah tersebut.

  • c. Touristovernight visitor, visitor staying at least one night In a collective or private accommodation in the place visited
Dimana maksudnya adalah bahwa Wisatawan merupakan pengunjung yang menginap atau pengunjung yang tinggal di daerah tujuan setidaknya satu malam di akomodasi umum ataupun pribadi.

  • d. Same day visitorexcursionists, visitor who does not spend the night in a collective or private accommodation in the place visited;
Dimana maksudnya adalah bahwa Pengunjung harian adalah ekskursionis, pengunjung yang tidak bermalam di akomodasi umum atau pribadi di daerah tujuan. 


Definisi-definisi tersebut diatas menjabarkan unsur-unsur penting yang harus dikelola dan ada dalam kepariwisataan yaitu sebagai berikut :

  • Jenis aktivitas yang dilakukan dan maksud tujuan dari kunjungan
  • Lokasi kegiatan wisata yang dituju.
  • Aksessibilitas yang bisa ditempuh .
  • Rencana lamanya tinggal di daerah tujuan wisata (Length of stay)
  • Sarana prasarana serta fasilitas amenities dan pelayanan yang dapat dimanfaatkan yang mampu disediakan oleh usaha pariwisata.

Dengan memahami kelima unsur-unsur tersebut diharapkan kedepannya bahwa  pengelola pariwisata harus mampu menjabarkan maksud dan tujuannya, sehingga kelak dapat mampu melakukan pendekatan dalam aspek pelayanan yang lebih berkualitas dan memadahi. 

Wisatawan yang berbeda-beda memiliki kepentingan yang berbeda pula, apalagi culture /budaya mereka yang berbeda harus dengan pendekatan (customer culture approach) yang lebih spesifik dalam pemenuhan kepuasan mereka. 

Lokasi yang memenuhi persyaratan aksesibilitas kemudahan untuk dijakau wisatawan beserta sarana prasarana serta fasilitas amenities yang dibutuhkan selama tinggal serta pelayanan yang berkualitas sangat mendukung terciptanya kepuasan wisatawan yang akan menciptakan image/citra positif terhadap kelangsungan pengembangan pariwisata selanjutnya.

Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1