Pengertian Pariwisata Dan Latar Belakang Mewujudkan Keinginan Kepariwisataan

Pengertian Pariwisata Dan Latar Belakang Mewujudkan Keinginan Kepariwisataan

Pariwisata dan Latar belakang keinginan masyarakat berwisata


Horass teman-teman www.sibatakjalanjalan.com, kali ini penulis sibatakjalanjalan akan membahas mengenai latar belakang dan mengapa orang-orang ingin melakukan wisata dan berpariwisata baik dalam daerah atau yang dikenal dalam arti domestik maupun internasional/global. 

Informasi artikel kali ini berasal dari buku berjudul “Dasar-Dasar Kepariwisataan dan Pengelolaan Destinasi Pariwisata”, Oleh Isdarmanto, SE., MM., M.Par, Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo, kota Yogyakarta, DIY Indonesia pada Tahun 2017.

pagoda di bali


Pariwisata

Pariwisata merupakan kata yang akrab dan  telah diakui sebagai ilmu mandiri setidaknya telah tercatat dimulai dari tanggal 13 juli 2008 di Jakarta.

Diharapkannya kemudian bahwa ilmu Kepariwisataan/pariwisata akan kemudian memiliki pemahaman yang semakin dalam dimana hal ini akan membantu khususnya bagi teman-teman dan para tenaga pendidik dari keilmuan pariwisata. 

Pengembangan yang diharapkan juga dapat searah dengan perubahan globalisasi yang semakin cepat dan menuntut segala aspeknya professional dan dapat terus ditingkatkan. 


Pariwisata secara spesifik

Kemudian bahwa pariwisata/kepariwisataan lebih spesifik lagi dapat diartikan merupakan sebuah fenomena atau gejala dari pergerakan manusia secara temporer atau sementara hingga spontan untuk mewujudkan keinginannya yang spesifik dan tertentu.

Hal ini juga yang membuat pandangan masyarakat mengenai pariwisata semakin unik dan memiliki ciri tertentu.


Efek Pariwisata Daerah

Efek kepariwisataan ini telah mendorong bahkan mampu menumbuhkan kegiatan-kegiatan dalam hal yang berhubungan langsung dengan  bidang konsumsi/makanan dan produksi, baik dalam bentuk barang dan jasa-jasa, atau dalam bentuk pelayanan yang kemudian diharapkan dapat menjadi sebuah komoditi yang akan diperlukan oleh wisatawan/pengunjung nantinya.


Pengembangan Pariwisata Indonesia di Banding Singapura, Malaysia, Thailand dan Kamboja

busana bali


Banyak Negara berkembang yang kemudian diketahui menjadi lebih professional dalam membentuk dan mewujudkan segala aspek dan lini-lini dari pengembangan pariwisata di negaranya sendiri. 

Dapat dicontoh seperti halnya yang diketahui teman-teman www.sibatakjalanjalan.com negara-negara seperti Singapore, Malaysia, Thailand bahkan kemudian Kamboja yang dimana negara-negara ini kemudian memiliki potensi wisata sebelumnya kurang mendukung daripada Indonesia. 

Namun saat ini menjadi lebih baik dan diperkirakan dapat dan telah menyalip Indonesia dalam hal kepariwisataan dan kunjungan wisatawan dari luar Negara itu sendiri.

Hal tersebut kemudian cukup menegaskan bahwa pentingnya pengembangan pariwisata baik secara lokal dan global di Indonesia 

Apalagi yang kita bersama teman-teman www.sibatakjalanjalan.com ketahui dalam beberapa waktu  belakangan ini telah terjadi perubahan  ekonomi yang sangat drastis di tahun 2020 dimana Korona/Covid-19 telah melanda dan meluluh-lantakkan perekonomian Negara.

Nantinya diperkirakan kemudian bahwa kebiasaan wisatawan atau dalam hal ini diketahui juga sebagai consumer behaviour pattern/pola konsumsi dari para wisatawan beralih kepada jenis-jenis wisata yang lebih tinggi, yakni tidak hanya sekedar dapat menikmati produk atau kreasi budaya (culture) dan peninggalan sejarah (heritage), serta nature atau eko-wisata dari suatu daerah atau negara.


Pariwisata Indonesia kedepannya

Sebagai negara yang sarat dengan sejumlah besar peninggalan sejarah, kekayaan atraksi budaya yang sangat beragam dan unik, baik dalam wujud alam maupun eko wisata yang tersebar di hampir seluruh pelosok nusantara, peluang Indonesia untuk menjadi daerah tujuan wisatawan mancanegara menjadi semakin besar.

Diharapkannya dengan semangat kepariwisataan dan keinginan kita bersama untuk bangkit bersama baik dalam bentuk-bentuk UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah akan menghasilkan karya-karya yang dilandaskan dengan tidak sekedar kreasi budaya maupun peninggalan sejarah. 

Namun suatu peningkatan daya tarik wisata kepada wisatawan lokal dan mancanegara/global.


Harapan Perkembangan Pariwisata Indonesia dan Dampak Positif-Negatif

pantai bali


Fenomena perkembangan dunia pariwisata Indonesia dalam era globalisasi atau era Millenial/4.0 semakin menunjukkan banyaknya keinginan untuk perubahan yang diharapkan kemudian akan sangat signifikan baik dilihat dari sisi aspek bisnis akomodasi, kuliner, atraksi wisata, Transportasi Udara, Transportasi Darat, Transportasi Laut, serta Bisnis Travel, paket-paket wisata yang ada di berbagai daerah di Indonesia. 

Dampak positif yang diharapkan akan terjadi adalah akan semakin seimbangnya sarana prasarana pariwisata untuk memberikan kenyamanan dan wujud dari identitas Indonesia sebagai Negara yang memiliki wisata kelas dunia. 

Kemudian dari sisi efek negatif, yang kemudian akan terjadi adalah kemacetan di jalur-jalur lalu lintas  baik khusus dan umum di seluruh kota di Indonesia, sehingga hal ini dapat memberikan pengalaman yang kurang nyaman bagi wisatawan.

Namun alangkah baiknya apabila teman-teman www.sibatakjalanjalan.com sudah mewanti-wanti dan memiliki perencanaan yang baik. Baik dari masyarakat sebagai elemen terkecil hingga kepala daerah, wilayah hingga negara. 


Motif/Alasan mewujudkan keinginan melakukan Perjalanan Wisata/Pariwisata

Motif menjadi alasan yang merupakan perwujudan konkrit dari keinginan-keinginan yang harus dipenuhi.  Sebagai contoh : keinginan untuk memiliki kehidupan santai, yaitu keinginan yang disebabkan oleh akibat kelelahan badan, keresahan jiwa dan tekanan hidup di kota. 

Untuk itu perlu pemahaman teman-teman www.sibatakjalanjalan.com akan pariwisata secara mendalam dengan ilmu pengetahuan Tourism introduction ini sehingga mampu mengantisipasi dan menangani keinginan dari wisatawan kala berkunjung dan melakukan perjalanan wisata


Motif/alasan Pengetahuan menjadi Keunggulan dari Kepariwisataan

Pengetahuan akan keinginan dan alasan wisatawan saat berkunjung akan menjadi sumber keunggulan yang memberikan peluang untuk teman-teman sibatakjalanjalan.com kemudian dapat berkreasi dan yakin akan kemajuan destinasi wisata dan informasi sejarah wisata baik dalam bentuk guide/pemandu wisata atau kemudian untuk dapat berkreasi, menghasilkan karya yang menarik dan menjual, sebagai souvenir dari pengalaman berpariwisata.

Dijelaskan kemudian (Dalam Cheng,2002) Pengetahuan menjadi unsur yang mendorong kearah keberhasilan bisnis melalui berbagai inovasi bisnis seperti teknologi, produk, proses maupun model bisnis yang baru. 

Pengetahuan membantu karyawan untuk memahami pekerjaan baru dan memberikan pengakuan pribadi dalam departemennya.

(Dalam Wickramansinghe, 2005) Pengetahuan mendorong profit bagi perusahaan untuk mendapatkan peningkatan modal dan keberlangsungan keunggulan kompetitif. 

(Dalam Bogdanowicz & Balley, 2002) Pengetahuan karenanya dianggap sebagai asset yang harus dihargai, dikembangkan dan dikelola.


Pengertian Pariwisata Secara Umum dan khusus pendapat ahli

nusa penida bali


Pemahaman yang sebelumnya telah teman-teman sibatakjalanjalan.com baca dari makna pengetahuan akan kemudian memiliki banyak makna lagi apabila diwujudkan bersama dengan pariwisata atau kepariwisataan. 

Memberikan banyak definisi, Berikut penulis jelaskan pengertian pariwisata menurut para ahli. 

Menurut Hunziger dan Krapf dari Swiss dalam "Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre", menyatakan pariwisata adalah keseluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanent maupun sementara. (Hunziger, 2008)

Kemudian dapat teman-teman sibatakjalanjalan pahami bersama bahwa pariwisata itu memiliki motif kegiatannya adalah untuk mengisi waktu luang, untuk bersenang-senang, bersantai, studi, kegiatan Agama, dan mungkin untuk kegiatan olahraga. 

Selain itu semua kegiatan dan pengetahuan pariwisata dapat memberi keuntungan bagi pelakunya baik secara fisik maupun psikis baik sementara maupun dalam jangka waktu lama,serta untuk prospek jangka panjangnya (sustainable tourism).

Jutaan orang kemudian kini telah mengenal tentang pariwisata dan manfaatnya, bahkan sering melakukan apa yang disebut dengan perjalanan wisata/pariwisata baik domestik dan internasional.

Hal ini kemudian memberi teman-teman sibatakjalanjalan.com informasi mengenai bagaimana cara untuk dapat dan mampu menikmati pariwisata setiap saat.

Kegiatan pariwisata adalah kegiatan yang bersifat multi/dengan banyaknya sektoral yang kemudian dapat dilakukan oleh banyak pihak  yang dimana kemudian memberikan manfaat dan pengertian bahwa semua orang mempunyai kepentingan yang berhubungan dan berharap dapat mendapatkan manfaat dari setiap motif maupun pengetahuan tentang pariwisata itu sendiri. 


Pariwisata dalam Multi Dimensional/banyak Lapisan

Disebut juga multi dimensional atau banyak lapisan oleh karena  pariwisata itu membutuhkan banyak bantuan/support baik juga dalam bentuk dukungan dari segala aspek pandangan, pemahaman, pemikiran, pendapat yang berbeda-beda bahkan hingga sampai pada wujud dari berbagai lintas sektoral. 

Baik sektoral yang merupakan non pemerintah diharapkan kemudian dapat ikut serta menangani dan menjadi dapat terlibat dari setiap-setiap lini maupun sektor, instansi, disiplin. 

Sehingga perwujudan dari kemajuan pariwisata Indonesia yang maju namun juga berlandaskan oleh kebutuhan pokok masyarakat dari pariwisata menjadi dapat  terkoordinasi, dan mewujudkan sistem ini diharapkan bahwa teman-teman www.sibatakjalanjalan.com juga paham akan pentingnya pariwisata hingga pengetahuan tentang kepariwisataan.


Koordinasi Kepariwisataan Indonesia kedepannya

Koordinasi yang paling tepat adalah koordinasi yang dapat diwujudkan bagai sapu lidi, yaitu  jika teman-teman sibatakjalanjalan.com dapat bayangkan bahwa bentuk dari sapu lidi itu sendiri seperti diatas ketat dan bagian bawah renggang. 

Sehingga dalam memaknai pariwisata dalam wujud koordinasi sapu lidi harus mampu mendalami secara utuh sebagai kesatuan dari berbagai multi pengetahuan disiplin ilmu dan organisasi juga berbagai pendapat dan pandangan dan idea kreatif , inovatif.  

Yang diharapkan dapat mampu dikoordinasikan oleh para pelaku-pelaku pariwisatanya (Stakeholder Pariwisata) hingga elemen pemerintahan secara efektif sehingga semua mendapatkan manfaatnya.


Pertumbuhan dan wujud Pariwisata Indonesia

Pertumbuhan pariwisata Indonesia sebagai industri belakangan (sebelum masa Korona/Covid-19) menunjukkan grafik yang sangat meningkat dan bahkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. 

Menurut definisi yang luas tentang pariwisata 

Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. 

( Dalam Mariyani,2015) Suatu perjalanan dianggap sebagai perjalanan wisata bila memenuhi tiga persyaratan yang diperlukan, yaitu :
    • Harus bersifat sementara, artinya tidak menetap.
    • Harus bersifat sukarela, artinya kesadaran minat sendiri bukan karena dipaksa.
    • Tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah atau bayaran.


(Dalam Soebagio,2012) Dalam kesimpulannya pariwisata adalah keseluruhan fenomena (gejala) dan hubungan-hubungan yang ditimbulkan oleh perjalanan dan persinggahan manusia di luar tempat tinggalnya. 

Dengan maksud bukan untuk tinggal menetap dan tidak berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan upah.

Kemudian dapat di katakan pada dasarnya pariwisata itu motif kegiatannya adalah untuk mengisi waktu luang, untuk bersenang-senang, bersantai, studi, kegiatan Agama, dan mungkin untuk kegiatan olahraga. 

Selain itu semua kegiatan tersebut dapat memberi keuntungan bagi pelakunya baik secara fisik maupun psikis baik sementara maupun dalam jangka waktu lama.

Kepariwisataan dipandang sebagai sesuatu yang abstrak , misalnya seperti kejadian  yang dapat melukiskan kepergian orang-orang didalam negaranya sendiri (pariwisata domestik) atu penyeberangan orang-orang pada tapal batas suatu negara-negara (pariwisata internasional).

Secara khusus kepariwisataan dapat dipergunakan sebagai suatu alat untuk memperkecil kesenjangan saling pengertian diantara negaranegara sumber wisatawan dengan negara penerima wisatawan, memupuk hubungan yang baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan teknologi.

Sehingga kemudian dapat diharapkan menjadi dapat berfungsi membantu meningkatkan dan memupuk hubungan tersebut sehingga dengan demikian akan memperluas wawasan saling pengertian diantara bangsa-bangsa. 

(Dalam Yoeti, 2005) Pada hampir kebanyakan Negara-negara berkembang ada kecenderungan menjadikan cahaya matahari (sun), pantai (shore); pasir (Sand); dan bahkan seks yang dikemas dengan daya tarik seni budaya serta keramahtamahan untuk menarik wisatawan datang berkunjung pada suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW).

Pembangunan pariwisata daerah secara regional akan lebih mudah dilakukan melalui pengembangan pariwisatanya, terutama dalam menghadapi terjadinya gejala urbanisasi sebagai akibat semakin padatnya penduduk pada suatu kota yang sering menimbulkan masalah sosial dan ekonomi. 

Yang diharapkan dengan perkembangan pariwisata memberikan kenikmatan dan kepuasan pada wisatawan dan kemakmuran serta kesejahteraan bagi masyarakat lingkungannya.

Demikian artikel sibatakjalanjalan.com kali ini "Pengertian Pariwisata Dan Latar Belakang Mewujudkan Keinginan Kepariwisataan" .

Horasss.

Posting Komentar

0 Komentar