Dampak pariwisata terhadap perekonomian Indonesia

Pariwisata Indonesia

Pariwisata menjadi suatu kegiatan yang cukup mendapat perhatian dari pemerintah karena dampaknya terhadap perekonomian nasional. 

pantai di bali

Harapan pemerintah dengan kedatangan wisatawan seperti teman-teman sibatakjalanjalan ke suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW) terutama wisatawan mancanegara, maka diharapkan akan mendatangkan devisa bagi DTW tersebut.
Seperti kita ketahui, penerimaan devisa negara dari sektor minyak bumi dan gas akhir-akhir ini terus menurun, bahkan diperkirakan tahun 2012, karena keterbatasan teknologi, komoditi migas secara ekonomis dianggap tidak akan efisien lagi sebagai penghasil devisa negara.
Di  sisi lain, ketahanan daya saing ekspor non-migas juga tidak dapat diandalkan karena cara berproduksi masih didominasi oleh teknologi rendah, sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak mampu bersaing di pasar global. 

Investor asing tidak berminat menanamkan modalnya di Indonesia, selain karena keamanan yang labil, terlalu banyak pungli (pungutan liar) untuk memulai suatu bisnis di Indonesia. 

Kenaikan upah buruh yang terus meningkat mengakibatkan harga produk tidak kuat bersaing di pasar internasional.

Berdasarkan hal di atas, maka pemerintah harus mencari alternative sektor ekonomi yang dianggap tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Salah satu sektor ekonomi yang dianggap cukup perspektif adalah sektor pariwisata. sektor ini diyakini tidak hanya sekadar mampu menjadi sektor andalan dalam usaha meningkatkan perolehan devisa untuk pembangunan, tetapi juga mampu mengentaskan kemiskinan. 


Dilihat dari kacamata ekonomi makro, jelas pariwisata memberikan dampak positif, antara lain :

    1. Dapat menciptakan kesempatan berusaha. Dengan datangnya wisatawan, perlu pelayanan untuk menyediakan kebutuhan (need), keinginan (want), dan harapan (expectation) wisatawan.

    2. Dapat meningkatkan kesempatan kerja. Dengan dibangunnya hotel atau restoran, akan diperlukan tenaga kerja/ karyawan yang cukup banyak.

    3. Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memercepat pemerataan pendapatan masyarakat. Sebagai akibat multiplier effect yang terjadi dari pengeluaran wisatawan yang relatif cukup besar. 

    4. Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi daerah. Setiap wisatawan berbelanja selalu dikenakan pajak sebesar 10% sesuai Peraturan pemerintah yang berlaku.

    5. Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Bruto (GDB).

    6. Dapat mendorong peningkatan investasi dari sektor industri pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.

    7. Dapat memperkuat neraca pembayaran.

    8. Bila neraca perdagangan dari Pariwisata mengalami surplus, dengan sendirinya akan memperkuat neraca pembayarannya.
Baca juga artikel menarik tentang pantai di Pulau Bali : Tempat Wisata Pantai di Bali Paling Indah Dan Populer.

Baca juga :
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url