Produk Pariwisata dan Karakter Pariwisata Indonesia

Produk Pariwisata dan Karakter Pariwisata Indonesia

Produk Wisata


Produk wisata adalah segala sesuatu dihasilkan sesuai dengan yang diperlukan oleh wisatawan dari mulai ia meninggalkan tempat tinggalnya sampai kembali ke tempat tinggalnya semula.

alif stone park

Produk wisata dapat bersifat nyata (Tangible) dan tidak nyata (intangible).

Produk nyata (Tangible products) yang dapat langsung dilihat dan diraba sehingga wisatawan dengan melihat langsung daya tariknya apakah sesuai dengan yang diharapkan. 

Sedangkan produk yang tidak nyata (Intangible products) adalah berupa pelayanan (service) yang mampu diberikan oleh pengelola dan penyaji wisata yang mampu menciptakan kepuasan wisatawan (satisfaction).

 

Apakah jasa termasuk pada kelompok pengertian industri atau tidak ? 

Ini hanyalah masalah semantik (arti kata) istilah industri saja.

Suatu produk baik yang dapat dijamah (tangible) maupun tidak dapat dijamah (intangible), jika memenuhi kebutuhan tertentu manusia haruslah dianggap sebagai produk industri. 

Pariwisata adalah merupakan industri gaya baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam menciptakan kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain dinegara penerima wisatawan.

Lagi pula pariwisata sebagai suatu sektor yang kompleks meliputi industri-industri dalam arti yang klasik, seperti misalnya industri kerajinan tangan dan idustri cinderamata. 

Penginapan dan transportasi secara ekonomi juga dipandang sebagai industri.


Beberapa Karakter Produk Pariwisata

    1. Pariwisata tidak dapat dipindahkan,
    2. Pariwisata tidak memerlukan perantara untuk mencapai kepuasan
    3. Pariwisata tidak dapat ditimbun atau disimpan
    4. Pariwisata sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis
    5. Tidak dapat dicoba atau dicicipi
    6. Sangat tergantung pada faktor manusia
    7. Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi
    8. Tidak memiliki standar atau ukuran yang obyektif dalam menilai mutu produk Kepariwisataan dapat pula dipandang sebagai suatu profesi yang memiliki kaidah-kaidah dan kode etiknya sendiri. 
Profesi ini harus diarahkan untuk memberikan fungsi tertentu di dalam masyarakat yang umumnya berkaitan dengan upaya memajukan kontak-kontak manusiawi dan integrasi sosial di dalam negara tertentu atau antar beragam negara, untuk meningkatkan pembangunan sosial ekonomi. 

Fungsi ganda ini meniscayakan suatu latar belakang intelektual yang luas dan pendidikan atau latihan yang khusus agar para profesional mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ilmu dan teknologi didalam bidang industri pariwisata. 

Jika hanya memikirkan berbagai aspek misalnya aspek organisasi, pemasaran, perencanaan, dan teknik pariwisata, seharusnya sadar betapa kompleksnya pembangunan pariwisata itu.

Apabila mengikuti pendekatan lama secara klasik dalam pemecahan masalah pariwisata, dan menggunakan strategi konvensional sehari-hari yang sudah tidak lagi memadahi dalam menghadapi pertumbuhan dan perubahan yang begitu cepat dalam industri pariwisata dunia (cyber technology) yang sudah harus dengan program high-tech dan high-touch.

Posting Komentar

0 Komentar