Musikal Dan Tekstual Nyanyian ‘Hurpenghurpeng’ Pada Permainan Anak Di Nagori Bahapal Raya Kecamatan Pematang Raya Kabupaten Simalungun

Musikal Dan Tekstual Nyanyian Hurpenghurpeng Pada Permainan Anak Oleh Sefti Andayani


Hurpeng-hurpeng adalah nyanyian permainan anak yang disajikan oleh laki-laki maupun perempuan dengan umur 9 sampai 15 tahun. Permainan ini biasanya dimainkan dihalaman depan rumah dan dimainkan pada waktu sore maupun malam hari. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna tekstual serta menganalisis struktur melodi lagu permainan anak Hurpeng-Hurpeng. 

Untuk menjawab permasalahan di atas penulis menggunakan dua teori utama yaitu teori semiotic untuk menganalisis teks, dan teori bobot tangga nada (weighted scale) untuk menganalisis melodi yang terdiri dari :
1. Formula melodi (melody formula
2. Jumlah interval (number of intervals)
3. Jumlah nada (frequency of note
4. Kontur (counter)
5. Nada dasar (pitch center)
6. Pola kadense (cadence patterns
7. Tangga nada (scale)
8. Wilayah nada (range)

musikal dan tekstual nyanyian hurpenghurpeng pada permainan anak di nagori bahapal raya kecamatan pematang raya kabupaten simalungun

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan /observasi, wawancara, dan perekaman. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa lagu permainan anak Hurpeng-Hurpeng memiliki struktur melodi yang dibangun dengan menggunakan tangga nada pentatonic, serta memiliki 5 tahap dalam permainan tersebut.

Permainan Hurpeng-Hurpeng ini dimainkan di Nagori Bahapal Raya dalam kegiatan sehari-hari anak-anak seperti pada saat berkumpul di halaman rumah maupun di tanah kosong. Permainan ini juga terkadang dimainkan di sekolah dalam jam istirahat. 

Dahulu Hurpeng-Hurpeng dimainkan pada saat malam hari saja. Tetapi sekarang permainan Hurpeng-Hurpeng dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja karena pada sekarang ini waktu malam hari anak-anak di Nagori tersebut sudah sangat jarang untuk berkumpul. 

Hal ini dikarenakan fungsi permainan ini pada dasarnya adalah sebagai hiburan. Permainan Hurpeng-Hurpeng memiliki lima (5) tahap dalam memainkannya.

Dalam menganalisis teks Hurpeng-Hurpeng penulis sudah menemukan makna-makna dari teks Hurpeng-Hurpeng tersebut. Teks Hurpeng-Hurpeng dinyanyikan untuk mengiringi permainan Hurpeng-Hurpeng dan bisa dinyanyikan oleh si pemimpin permainan. 

Dari setiap awal teks Hurpeng-Hurpeng memiliki arti masing-masing. Hurpeng-Hurpeng yang artinya adalah tangan yang gatal/geratil dalam permainan ini tangan si pemimpin bergerak kesana kemari dengan membawa benda atau batu kecil yang akan di tebak oleh si penebak.

Sejenis bola yang sebagai alat dalam permainan Hurpeng-Hurpeng tersebut yaitu batu kerikil(batu kecil), tempat cetakkan yang bulat dimana disini seluruh peserta membuat tangannya seperti menggenggam dan diberi sedikit ruang layaknya tempat untuk menyembunyikan batu. Masyarakat Simalungun menganggap sirih sangatlah banyak manfaatnya selain untuk obat, sirih juga digunakan untuk ritual, menyambut tamu, dll. 

Dalam teks nyanyian permaianan Hurpeng-Hurpeng tidaklah seluruhnya menceritakan tentang perjalanan permainan tersebut. Akan tetapi, teks tersebut juga memiliki makna tentang filosofi masyarakat Simalungun itu sendiri. 

Contohnya adalah masyarakat Simalungun dari zaman dahulu hingga sekarang memiliki pendapat bahawa mereka harus makan yang kenyang. Karena apabila mereka tidak makan sampai kenyang mereka tidak dapat bekerja dengan baik dan makanlah pada waktunya mengartikan kedisiplinan pada orang Simalungun .

Download Musikal Dan Tekstual Nyanyian ‘Hurpenghurpeng’ Pada Permainan Anak Di Nagori Bahapal Raya Kecamatan Pematang Raya Kabupaten Simalungun

Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1