Musik Pengiring Dan Struktur Gerak Tortor Usihan Bodat Haudanan Pada Sanggar Tortor Elak-Elak Simalungun Di Nagori Sirpang Dalig Raya

Musik Pengiring Dan Struktur Gerak Tortor Usihan Bodat Haudanan Pada Sanggar Tortor Elak-Elak Simalungun Oleh Bestari Natalia Purba


Tujuan Musik Pengiring Dan Struktur Gerak Tortor Usihan Bodat Haudanan Pada Sanggar Tortor Elak-Elak Simalungun adalah untuk menganalisis struktur gerak Tortor Bodat Haudanan, untuk menganalisis musik pengiring baik dimensi ruang maupun waktu, unruk menganalisis hubungan musik dengan struktur gerak Tortor. 

Bodat Haudanan. Untuk menjawab permasalahan di atas penulis menggunakan teori-teori struktur melodi (William P.Malm 1997), teori seni pertunjukkan (Milton Singer), dan teori membahas struktur gerak tari ialah teorimorfologi structural (Marthin dan Pesovar 1961). 

Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan /observasi, wawancara, dan perekaman. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gual Imbau Manibung memiliki struktur melodi yang dibangun dengan menggunakan tangga nada hexatonic, pertunjukkan Tortor Bodat Haudanan memiliki ruang,waktu dan tempat pelaksanaan, dan struktur gerak Tortor Bodat  

Haudanan dibangun 10 ragam gerak dan variasi-variasi lainnya sehingga menghasilkan unsur-unsur yang bersifat menghibur lainnya.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan yang telah dijabarkan pada bab-bab sebelumnya maka ada beberapa kesimpulan yang didapat oleh penulis, yaitu sebagai berikut. Dahulu sejak zaman kerajaan di Simalungun keberadaan Tortor Bodat Haudanan ini sudah lama dikenal dan tortor ini termasuk dalam salah satu seni tradisional, tortor ini di laksanakan untuk menghibur Raja di halaman istana kerajaan. 

Tarian ini memilki 2 (dua) filosofi yaitu tentang yang buruk dan yang baik, dimana yang buruk itu berupa tingkah laku seekor kera yang sedang kelaparan sehingga mencuri hasil dari kebun masyarakat sedangkan yang baik itu berupa keuletan dan kegigihan seekor kera demi apa yang diinginkannya, tapi tidak peduli akan datangnya hujan. 

Tarian ini memilki nilai estetika yaitu keindahan tari, dimana seseorang menarikan gaya kera kehujanan sedang mencari makan dan diangkat ke dalam sebagai seni pertunjukkan dalam konteks hiburan. 
Hal menarik yang dapat penulis simpulkan dari Tortor Usihan Bodat Haudanan ialah seorang penari wajib menirukan dan mengekspresikan gerak seekor kera yang sedang kehujanan sambil mencuri hasil dari kebun masyarakat. 

Dalam setiap penyajian Tortor Usihan Bodat Haudanan yang diutamakan adalah seorang penari wajib mengekspresikan bagaimana rawut wajah dan tingkah laku seekor kera yang sedang kehujanan. Struktur dari gerak tari yang sudah disimpulkan penulis ialah, 

Tortor Usihan Bodat Haudanan tersebut memilki 10 (sepuluh) struktur gerak tari yang dimiliki yaitu :
(1) Sombah (Menyembah), (2) Mamirpirhon Bah ( Gerak kera pada saat kehujanan), (3) Mambuat Jagul (Mengambil Jagung), (4) Mangan Jagul (Memakan Jagung), (5) Manakkih Hayu (Memanjat Pohon), (6) Mambuat Hondi ( Mengambil Labu), (7) Mangidah situasi ijuma irik manutup pardoppakanni halani udan ( Melihat keadaan sekitar,sambil menutup dahi karena kehujanan), (8) Manggaruk-garuk Angkulani (Menggarukgaruk badannya), (9) Mambuat Gadung (Mengambil Singkong), (10) Sombah (Menyembah) dan memilki pola lantai yang relatif bebas untuk member keleluasaan kepada penarinya.

Download Musik Pengiring Dan Struktur Gerak Tortor Usihan Bodat Haudanan Pada Sanggar Tortor Elak-Elak Simalungun Di Nagori Sirpang Dalig Raya

Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1