Jejak Orang BATAK Pertama di Jakarta - Pulau JAWA HORAS LAE !!

Jejak Orang BATAK Pertama di Jakarta - Pulau JAWA HORAS LAE !!

Jejak Orang Batak Di Jakarta


Jakarta dan Orang Batak

Menurut teman-teman sekalian, siapa orang Batak pertama sekali yang memijakkan kakinya di tanah Jawa, atau kita persempit menjadi JAKARTA saja ?

Pernah terfikirkan begitu ? atau marganya atau mungkin bagaimana cerita hidupnya.

Untuk artikel kali ini, sibatakjalanjalan.com akan berbagi bagaimana dan siapa orang yang pertama sekali menjejakkan kaki di ibukota, Jakarta.

Demografi orang dengan suku Batak, termasuk di dalamnya puak-puak seperti Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Pakpak, dan Batak Angkola

Sangat mudah ditemukan pada daerah-daerah di Jakarta Pusat yang mencakup Kernolong, Senen. Jakarta Timur mencakup Cililitan, Pulo Mas, Pramuka, Taman Mini dan di Jakarta Selatan yang mencakup Kebayoran Lama.

jejak orang batak di jakarta
Sumber Tirto.id

Dan orang pertama yang menejejakkan kaki di ibukota Indonesia ini adalah seorang bernama Simon Hasibuan pada tahun 1907. Dan yang menjadi sponsor awal kedatangan orang-orang Batak ke Jakarta atau disebut Batavia dahulu, yaitu adalah F. Harahap .

F. Harahap merupakan seorang guru. Beliau menjadikan tempat tinggalnya sebagai tempat yang bersedia menampung teman-teman yang akan merantau ke Jakarta.
Lokasi tempat tinggal dari F . Harahap sendiri berada di kawasan Sawah Besar yang kini masuk dalam administrasi Jakarta Pusat.

Dalam tulisannya di Surat Keliling Immanuel, Harahap

"Siapa saja dari antara bapak dan ibu yang akan memberangkatkan anaknya ke Batavia, untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan, agar lebih jelas datanglah ke alamat saya : F. Harahap, tinggal di perbatasan Sawah besar dan Kebun jeruk, No.18, Batavia" dalam tulisan pengumuman tersebut.


Dan Simon, Simon Hasibuan merupakan seorang tamatan Seminari Pansurnapitu Tarutung, pusat Huria Kristen Batak Protestan dimana seminari tersebut berdiri pada tahun 1877 oleh Peter Hinrich Johansen yang adalah orang yang menemani Ingwer Ludwig Nommensen saat melalukan misi Kristenisasi di Tanah Batak.

Tahun 1919, tepatnya tanggal 20 September. Dilakukannya kebaktian berbahasa Batak oleh para perantau pertama di Batavia/Jakarta saat ini. Tepatnya di lokasi Gereja HKBP Kernolong Resort Jakarta dan sekaligus merupakan Gereja Batak tertua.

Ada sebuah pameo yang sibatakjalanjalan ketahui cukup terkenal tentang suku Batak, kalimatnya seperti ini

"Molo adong dua halak Batak munsat tu luat na imbaru, pintor mulai do nasida marminggu. Molo adong tolu halak Batak munsat tu luat na imbaru, pintor dimulai do sada koor" .


Untuk teman-teman yang belum paham atau sedikit kurang jelas akan sibatakjalanjalan jelaskan. Tulisan tersebut berbunyi seperti ini dalam Bahasa Indonesia, 

" Bila ada dua orang Batak yang pindah ke suatu tempat yang baru, maka dengan segera mereka akan membangun tempat beribadah. Dan bila ada tiga orang Batak yang pindah ke tempat yang baru, maka dengan segera mereka akan membentuk kelompok paduan suara/koor" .

Jadi sudah cukup jelaskan teman-teman ? Hehe..

Adakah data statistik terpercaya migrasi orang Batak ke Jakarta ?

Tentu, sibatakjalanjalan kan punya informasi yang lengkap untuk teman-teman semua. Akan sibatakjalanjalan jabarkan berikut ini :
  • 1. Pada tahun 1930, jumlah orang Batak di Batavia/Jakarta kini berjumlah 1.300 orang.
  • 2. Pada tahun 1961 orang Batak di Djakarta/Jakarta kii berjumlah 28.900 orang.
  • 3. Tahun 1971 berjumlah 188.326 orang.
  • 4. Tahun 1980 berjumlah 417.659 orang.
  • 5. Tahun 2010 berjumlah 326.332 hanya dalam lingkup Jakarta saja, belum mencakup daerah sekitarnya seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Demikian artikel sibatakjalanjalan.com kali ini tentang Jejak Orang BATAK Pertama di Jakarta - Pulau JAWA. HORAS LAE !! , jangan lupa untuk berkomentar, subscribe akun instagram-twitter-tumblr-youtube dan halaman Facebook sibatakjalanjalan.com ya teman-teman.

HORASSS...!!!

Posting Komentar

0 Komentar