60+ Foto Sejarah KABANJAHE Tempo Dulu Berwarna - Kabupaten KARO Sumatera Utara

60+ Foto Sejarah KABANJAHE Tempo Dulu Berwarna - Kabupaten KARO Sumatera Utara

Foto Sejarah Kabanjahe Kabupaten Karo


Kabanjahe

Selamat datang di artikel SibatakJalanJalan yang untuk kali ini khusus membahas tentang Kabanjahe, atau kota Kabanjahe. 

Penulis sendiri sudah berulang kali berkunjung ke daerah Kabanjahe dan pula sekedar melintasinya.

Sekilas tentang kota Kabanjahe yang merupakan Kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan juga adalah ibukota dari Kabupaten Karo. Dimana luas daerah dari kota Kabanjahe saat ini sekitar 44,65 dan secara geografis berada di barat laut dari Provinsi Sumatera Utara.


pameran di kabanjahe


Penduduk asli Kabanjahe adalah suku Batak Karo atau akrab disebut sebagai Kalak Karo

Hanya berjarak 10 KM dari kota Brastagi dan 76 KM dari pusat kota Medan yang tentu kota Kabanjahe masa kini menjadi alternatif pilihan liburan akhir pekan yang cocok untuk teman-teman sekalian.

 
Tak hanya menawarkan lingkungan yang jauh dari hiruk pikuk kota, teman-teman sibatakjalanjalan akan disuguhi pemandangan hijau pegunungan nan sejuk yang memberikan pengalaman suasana yang berbeda setelah seminggu sibuk di kota Medan.

Setidaknya ada dua gunung berapi aktif yang perlu teman-teman ketahui disini, yakni Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak.

Untuk aktifitas camp dan aktifitas luar ruangan akhir pekan, sibatakjalanjalan fikir, Kabanjahe atau Berastagi memang layak untuk dijadikan pilihan.

gubernur dari pantai timur sumatera dan controller kabanjahe

Foto 1, Gubernur dari ‘Pantai Timur Sumatera’ dan Controller ‘Kabanjahe’ dalam satu kendaraan.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1900-1940.

sibayak radja kelelong sinulingga

Foto 2, ‘Sibayak’ dari Kabanjahe, saat acara menari.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1900-1940. 

Dijelaskan oleh Reimy Sinulingga yang merupakan bagian dari keluarga besar tersebut, bahwa dua dari baris depan tersebut merupakan Sibayak Radja Kelelong Sinulingga (yang adalah penerus/pengganti dari Sibayak Lingga Pa Sendi) dan kemudian adiknya yang merupakan Sibayak Radja Imbang Sinulingga.

perajin perak dari lingga di wisma tamu kabanjahe

Foto 3, Perajin perak dari Lingga di wisma tamu Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1900-1940. 

Merujuk pada kata Lingga, kemungkinan merupakan sebuah desa yang berada di ketinggian 1.300 meter dari permukaan laut dan berjarak 15 KM dari Brastagi dan 5 KM dari Kabanjahe yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Karo.

rumah di pedesaan kabanjahe

Foto 4, Rumah-rumah di pedesaan, Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910.

pedesaan kabanjahe

Foto 5, Sekelompok orang dengan barang bawaan di pedesaan, Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910.

desa di kabanjahe

Foto 6, Desa di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910.

wanita dan dua anaknya di kabanjahe

Foto 7, Seorang wanita dan dua anaknya, di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910.

suku batak puak karo

Foto 8, Orang-orang dengan suku Batak puak Karo yang menunggangi kuda.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1920. Tipe jenis kuda ini pernah SibatakJalanJalan.com baca dalam beberapa artikel dan jurnal yang merupakan kuda yang sering di tunggangi oleh orang-orang Batak.

j t cremer dan istrinya kunjungan ke sebuah desa di kabanjahe

Foto 9, ‘J T Cremer’ dan istrinya yang sedang berbicara dengan tetua/pemimpin orang dengan suku Batak puak Karo di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1923. 

Lalu bagaimana mereka berkomunikasi ? SibatakJalanJalan ketahui bahwa J T Cremer merupakan orang pertama dan penting dalam ‘Deli Maatschappij’ (perusahaan budi daya tembakau dengan konsesi untuk Kesultanan Deli di Sumatra pada saat itu) . 

J T Cremer sering membawa 1 (satu) atau lebih penerjemahnya saat melakukan kunjungan. Dan salah satu bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Melayu untuk berkomunikasi.

j t cremer dan istrinya kunjungan ke sebuah desa di kabanjahe

Foto 10, ‘J T Cremer’ dan istrinya yang sedang berbicara saat kunjungan ke sebuah desa di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1923. 

Lalu bagaimana mereka berkomunikasi ? SibatakJalanJalan ketahui bahwa J T Cremer merupakan orang pertama dan penting dalam ‘Deli Maatschappij’ (perusahaan budi daya tembakau dengan konsesi untuk Kesultanan Deli di Sumatra pada saat itu) . 

J T Cremer sering membawa 1 (satu) atau lebih penerjemahnya saat melakukan kunjungan. Dan salah satu bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Melayu untuk berkomunikasi.

memandikan kerbau di kabanjahe

Foto 11, Seorang anak yang sedang memandikan kerbau-kerbaunya di sungai dekat Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1925.

tukang emas melelehkan perak di kabanjahe

Foto 12, Sekelompok anak-anak di wisma desa mencari tukang emas yang dapat melelehkan perak, di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1923.

seorang pandai pembuat tali

Foto 13, Seorang pandai pembuat tali.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1930.

seorang wanita batak puak karo di ture kabanjahe

Foto 14, Seorang wanita Batak puak Karo di ‘Ture’. Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1923. Sebagi informasi tambahan untuk teman-teman pembaca sibatakjalanjalan.com ketahui bahwa ‘Ture’ merupakan bagian dari rumah adat orang karo yang difungsikan semacam teras.

geritan geriten di kabanjahe

Foto 15, Geritan atau Geriten di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1910-1930.
Geritan atau juga dikenal sebagai Geriten merupakan suatu bangunan kecil berbentuk rumah adat Batak puak Karo yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan tulang-belulang raja, petua/tua-tua adat, tokoh-tokoh masyarakat yang telah lama mati.

Adapun Geritan/Geriten untuk teman-teman sibatakjalanjalan ketahui didirikan di atas tiang-tiang pancang, dengan dinding papan dibagian atasnya dan memakai atp dengan ijuk. 

Teman-teman pembaca dapat menemukan Geritan atau Geriten yang didirikan di dekat rumah kerabat pemilik dari tulang-belulang tersebut.

ukiran kayu di sebuah rumah di kabanjahe

Foto 16, Sebuah ukiran kayu di sebuah rumah, di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1918.

wanita dan pria yang sedang menyimpan beras di gudang lumbung

Foto 17, Para wanita dan seorang pria yang sedang menyimpan beras di gudang/lumbung.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1918.

kepala dan pemimpin masyarakat batak puak karo di kabanjahe

Foto 18, Kepala/pemimpin masyarakat Batak puak Karo yang duduk bersama di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

pengrajin perak selama produksi pembuatan lempeng telinga padong di kabanjahe

Foto 19, Pengrajin perak selama produksi/pembuatan lempeng telinga(Padong) di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

permata dari negeri orang karo dalam sebuah pameran di kabanjahe

Foto 20, Permata dari Negeri orang Karo dalam sebuah pameran di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.
Bagi teman-teman pembaca sibatakjalanjalan.com mungkin bingung kenapa deskripsinya menjelaskan permata dari negeri orang Karo.

Namun begitulah juga pada tahun 1914-1919. Orang-orang akan sulit menemui jenis kambing dalam foto yang dikenal sebagai Bedar .

Bedar merupakan jenis kambing hutan yang terdapat dalam hutan tropis pulau Sumatera. Hewan ini masuk dalam daftar Appendices I  atau HEWAN YANG SANGAT LANGKA.

Ada perumpamaan menarik dalam masyarakat Batak puak Karo yang disebut seperti ini :

Anak enda perkiamna pas bagi Bedar” .

Yang berarti seseorang yang dapat berlari sangat kencang seperti halnya seekor Bedar. Meskipun adanya perumpamaan tersebut, Bedar ini sangat jarang hingga tidak pernah ditemukan. 

Namun kali ini teman-teman sibatakjalanjalan tidak akan menganggapnya sebagai mitos meski tidak pernah melihat Bedar langsung atau hanya mendengar nama Bedar saja Bukan ? J

rumah pemeriksa dan kantor di kabanjahe

Foto 21, Rumah pemeriksa dan kantor di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

atraksi tari batak puak karo saat pameran di kabanjahe

Foto 22, Atraksi tari Batak puak Karo saat pameran di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

atraksi tari batak puak karo saat pameran di kabanjahe

Foto 23, Atraksi tari Batak puak Karo saat pameran di Kabanjahe 2.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

atraksi tari batak puak karo saat pameran di kabanjahe

Foto 24, Atraksi tari Batak puak Karo saat pameran di Kabanjahe 3.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

pameran kuda di kabanjahe

Foto 25, Pameran kuda di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

pameran kuda di kabanjahe

Foto 26, Pameran kuda di Kabanjahe 2.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

permainan dadu di kabanjahe

Foto 27, Permainan dadu di sebuah kampung di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

berjualan daging anjing di pasar kabanjahe

Foto 28, Beberapa orang yang sedang berjualan daging anjing di pasar, Kabanjahe. Sumatera Utara.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

penenun di kabanjahe

Foto 29, Parapenenun, di Kabanjahe. Sumatera Utara.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

pembangunan jalan antara kabanjahe dan lingga

Foto 30, Para pekerja yang dipaksa mengerjakan pembangunan jalan antara Kabanjahe dan Lingga.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1919.

sekolah misionaris kristen direnovasi dan dipindahkan ke kabanjahe

Foto 31, Peresmian sekolah misionaris Kristen yang direnovasi dan dipindahkan ke Kabanjahe, Sumatera Utara.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1921.

perpaduan kuda cendana dan kuda batak di kabanjahe

Foto 32, Perpaduan antara kuda Cendana dan kuda Batak dalam sebuah pameran di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1914-1921.
Tahukah teman-teman sibatakjalanjalan.com bahwa kuda Cendana atau kuda Sandalwood dengan nama latin Equus caballus yang merupakan kuda khas Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan kuda Batak yang diperkirakan berasal dari kuda Mongolia dan campuran Kuda Arab, yang memiliki karakter berponi, jinak, mudah dikendalikan dan sangat mengagumkan saat dipacu.

Warnanya bervariasi dari coklat, hitam dan putih.

LIHAT JUGA PACUAN KUDA SIBORONG-BORONG

pasar kabanjahe dan pemandangan latar gunung sinabung

Foto 33, Pasar di Kabanjahe dan pemandangan latar Gunung Sinabung.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1918-1919.

hotel frisia di kabanjahe

Foto 34, Hotel Frisia di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1920-1925.

para penjual kain di pasar kabanjahe

Foto 35, Para wanita penjual kain di pasar Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1920-1925.

rumah misionaris dan guru di kabanjahe

Foto 36, Rumah dari misionaris dan guru di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1920-1925.

desa di kabanjahe

Foto 37, Sebuah desa di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1921.

beberapa wanita di kabanjahe

Foto 38, Beberapa wanita dalam foto di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1922.

desa di kabanjahe

Foto 39, Sebuah desa di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1922.

desa di kabanjahe

Foto 40, Sebuah desa di Kabanjahe 2.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1922.

gereja dibangun oleh toko kayu batiren en co

Foto 41, Sebuah Gereja yang dibangun oleh sebuah toko kayu ‘Batiren en Co’.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1925-1935. SibatakJalanJalan butuh knfirmasi dari teman-teman sekalian, apakah bentuk Gereja ini mirip atau memang merupakan Gereja GBKP Kabanjahe, terimakasih.

gereja dibangun oleh toko kayu batiren en co

Foto 42, Sebuah Gereja yang dibangun oleh sebuah toko kayu ‘Batiren en Co’ 2.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1925-1935.
SibatakJalanJalan butuh knfirmasi dari teman-teman sekalian, apakah bentuk Gereja ini mirip atau memang merupakan Gereja GBKP Kabanjahe, terimakasih.

selesai beribadah gereja di kabanjahe

Foto 43, Orang-orang yang telah selesai beribadah dan meninggalkan Gereja di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1928.

barak rumah sakit di batak institute di kabanjahe

Foto 44, Barak-barak rumah sakit di ‘Batak Institute’, di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1928.

si mbelin menderita cacar dari desa deram di rumah sakit batak institute kabanjahe

Foto 45, Seorang ‘Si Mbelin’ menderita cacar berasal dari desa Deram di rumah sakit ‘Batak Institute’, Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1928. Untuk teman-teman pemabaca perlu ketahui bahwa ‘Si Mbelin’ memiliki arti orang besar/berpengaruh dan berkuasa.

5 orang batak puak karo menderita gondok di rumah sakit batak institute

Foto 46, 5 orang Batak puak Karo menderita gondok. Di rumah sakit ‘Batak Institute’.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1928.
Tahukah teman-teman pembaca sibatakjalanjalan.com bahwa  rumah sakit pemerintah di Kabanjahe didirikan atas inisiatif GG ‘Van Limburg Stirum’

Dimana dana yang berasal di dapat dari berbagai hibah pemerintah dan bantuan dari Batak Institute di Leiden (Belanda) . Hingga tahun 1924 rumah sakit ini belum dibuka secara resmi. 

Dan untuk daya tampung sekurang-kurangnya ada 900 orang pasien setiap tahunnya yang dirawat di rumah sakit ini. Untuk melakukan vaksinasi terhadap penyakit menular contohnya. Dimana pada jumlah pasien yang berkunjung dapat mencapai 3000 orang pertahun. 

Selain ketersediaan bangsal umum dalam rumah sakit ini, juga tersedia departemen penyakit menular seperti disentri dan tipus. Oleh Tabib pemerintah ‘O Paneth’ dibantu 10 perawat dari Eropa, dua puluh pembantu dari India dan Indonesia. Untuk gajinya bervariasi.

Ditulis oleh Report of the Batak hospital for the year 1924 O Paneh, zp, 1925 (CB: Br G 03-275) .

bidan dan perawat dengan dua orang anak yatim di rumah sakit batak institute

Foto 47, Potret dari para Bidan dan Perawat dengan dua orang anak yatim di rumah sakit ‘Batak Institute’. Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1928.

controller van liere menyematkan bintang perak pada n barus

Foto 48, Controller ‘Van Liere’ menyematkan bintang perak pada ‘N Barus’.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1930. Seorang Controller/Pengendali , Mr. Van Liere menyematkan bintang perak kecil sebagai tanda ‘Faith and Credit’ kepada N Barus, kepala pemberi vaksin di Karocountries.

pembangunan menara air oleh toko batiren en co

Foto 49, Sekelompok pemuda pada pembangunan menara air oleh toko ‘Batiren en Co’.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1930.

pembangunan menara air oleh toko batiren en co

Foto 50, Sekelompok pemuda pada pembangunan menara air oleh toko ‘Batiren en Co’ 2.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1930.

sibayak radja kelelong sinulingga anak dari sibayak lingga pa sendi

Foto 51, Sibayak Radja Kelelong Sinulingga, anak dari Sibayak Lingga Pa Sendi.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1930-1940.

wanita batak karo di rumah sakit batak institute

Foto 52, Seorang wanita Batak Karo yang menggendong anaknya di rumah sakit ‘Batak Institute’.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.

binatang peliharaan di kabanjahe

Foto 53, Binatang peliharaan di pasar Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.

beberapa anak dan orang dewasa batak karo

Foto 54, Beberapa anak dan orang dewasa Batak Karo.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.

pemandangan danau toba dari kabanjahe

Foto 55, Pemandangan Danau Toba dari tempat dekat Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.
Menurut penulis sibatakjalanjalan.com, dari sudut pemandangannya mungkin ini berada di Tongging. Tongging merupakan sebuah desa yang berada di kawasan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

TENTANG SEJARAH DESA TONGGING BERWARNA TEMPO DULU

lau kawar kabanjahe

Foto 56, Lau Kawar, dekat Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.
Lau Kawar berada di Kutagugung, Naman Teran, Kabupaten Karo. Bagi SibatakJalanJalan, Lau Kawar ini bagai Danau Eksotis, teman-teman sibatakjalanjalan dapat mengunjungi Danau ini sambil menikmati indahnya alam di bawah kaki gunung berapi Sinabung.

pasar di kabanjahe

Foto 57, Pasar di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.

seorang wanita yang memandikan bayinya

Foto 58, Seorang wanita yang memandikan bayinya.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1931.

asosiasi perempuan di kabanjahe

Foto 59, Sebuah perkumpulan asosiasi perempuan di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1937.

kabanjahe

Foto 60, Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1937.

batakmuseum di kabanjahe

Foto 61, Sebuah foto dari Batakmuseum di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil sekitar tahun 1938.

saat perang antara desa kabanjahe dengan bunuraja

Foto 62, Saat perang antara desa. Kabanjahe dengan Bunuraja. Sebuah bom (‘panuras’) ditembakkan untuk membuat benteng terbakar.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi.

saat perang antara desa kabanjahe dengan bunuraja

Foto 63, Saat perang antara desa. Kabanjahe dengan Bunuraja 2.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi.

upacara persembahan makanan dari benih padi yang dikubur

Foto 64, Upacara persembahan makanan dari benih padi yang dikubur.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi.
SibatakJalanJalan belum dapat mengonfirmasi upacara yang dilakukan seperti apa, mungkinkah sebagai bagian dari apa yang disebut “Pesta Tahunan”.

Namun disini penulis dan teman-teman sibatakjalanjalan dapat melihat bahwa tampak jongkok dan duduk diatas tanah dan tampak lebih rendah dari lainnya.

Salah seorang seperti akan mengubur/menanam sesuatu dalam tangannya dan wanita satu lainnya seperti sedang berdoa dengan menutup mata. Jika teman-teman sibatakjalanjalan memiliki informasi tentang kegiatan ini silahkan berikan komentar atau saran. Terimakasih.

saat perang antara desa kabanjahe dengan bunuraja

Foto 65, Saat perang antara desa. Kabanjahe dengan Bunuraja 3.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi.

tukang kayu si batiren di kabanjahe

Foto 66, Tukang kayu dan tempat kerja mereka , ‘Si Batiren’ di Kabanjahe.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi.

menyiangi padi muda di sawah dengan cangkul

Foto 67, Kegiatan menyiangi padi muda di sawah dengan cangkul.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi.

pah palita kepala sekolah sumatera

Foto 68, Foto seorang bernama ‘Pah Palita’, salah satu kepala sekolah di Sumatera dahulu.
Deskripsi : Foto ini diambil dengan tahun yang belum terkonfirmasi. 

Pah Pelita/Pa Pelita merupakan seorang Batak Karo bermarga Purba yang juga adalah Raja Urung Sepuluh Dua Kuta di Kabanjahe, dibawah dari Sibayak Lingga.

Berbicara mengenai Kerajaan Karo tidak puas rasanya apabila hanya membahas salah satu dari ke empat Kerajaan Karo yang terkenal dahulu.

Dan untuk itu penulis sibatakjalanjalan akan berbagi informasi perihal Kerajaan Karo ini. 

Jadi dahulu ada 4 Kerajaan Karo yang terkenal dan dikenal

yaitu Kerajaan Sepuluh Dua Kuta yang didirikan merga Sembiring Pelawi, Kerajaan Urung Sukapiring yang didirikan merga Karo Sekali atau Sembiring, Kerajaan Urung Sunggal yang didirikan merga Surbakti, dan Kerajaan Urung Senembah yang didirikan merga Barus.

Demikian artikel sibatakjalanjalan.com kali ini tentang 60+ Foto Sejarah KABANJAHE Tempo Dulu Berwarna - Kabupaten KARO Sumatera Utara , jangan lupa untuk berkomentar, subscribe akun instagram-twitter-tumblr-youtube dan halaman Facebook sibatakjalanjalan.com ya teman-teman.

HORASSS...!!!

Posting Komentar

0 Komentar