Prospek Pariwista Indonesia dan Aspek Analisis Pengembangan Pariwisata

Prospek Pengembangan Pariwisata


Prospek Bisnis Pariwisata Indonesia dan pengembangan Pariwisata Indonesia yang berkelanjutan membutuhkan strategi pengembangan pariwisata yang tidak hanya berada di pusat saja. Namun konsep pengembangan pariwisata juga membutuhkan langkah-langkah pengembangan pariwisata yang matang. 

prospek pariwista indonesia dan aspek analisis pengembangan pariwisata

Pengembangan pariwisata di daerah misalnya yang membutuhkan komponen-komponen pariwisata seperti Sarana Pokok Pariwisata dan penentuan Bisnis Pariwisata serta Industri Pariwisata apa yang akan cocok dan layak nantinya.

Sehingga prospek bisnis pariwisata dan analisisa usaha tempat wisata mencakup banyak bagian, termasuk diantaranya pemerintah setempat dan penduduk lokal tempat wisata.

Wisata Indonesia baik dilihat dari berbagai jenis objek wisata alam yang beragam yang dapat teman-teman sibatakjalanjalan lihat dan temukan seperti Pantai, Gunung, Lembah, Goa, Hutan, Sungai, Danau dll)

Juga dari atraksi wisata budaya, adapun jenis wisata yang unik dan berupa bentuk wisata kegiatan adat istiadat (heritage) seperti pada Candi-candi, Bangunan kuno, Keraton serta atraksi wisata buatan manusianya dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Irian Jaya.


6 Prospek bisnis pariwisata di Indonesia :

    1. Prospek bisnis pariwista di Indonesia dilihat dari banyak para pakar, hingga wisatawan lokal dan dunia mengatakan bahwa  pariwisata Indonesia mempunyai peluang menjadi pusat ekonomi Asia Pasifik pada abad 21.

    2. Peluang prospek bisnis pariwisata dari adanya kebijakan dari pemerintah setempat baik instansi daerah hingga pemerintah pusat menanggapi serius hal yang berhubungan dengan peningkatan dan  perbaikan yang ada dalam bentuk sarana dan prasarana pariwisata, sehingga hal ini akan menunjang perkembangan dan pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia dan negara-negara di Asia Pasifik beberapa kali ipat dari tahun ke tahun.

    3. Adanya Informasi berhubungan dengan bisnis pariwisata mengenai adanya peningkatan mobilitas daripada penduduk dari satu tempat ke tempat lain (kota dan Negara) baik didalam negeri maupun antar Negara di Asia Pasifik yang cukup tinggi.

    4. Kemajuan teknologi komunikasi (cyber technology) dan penyebaran informasi yang sangat pesat melalui internet serta media komunikasi lainnya. Sehingga hal ini sangat menguntungkan destinasi wisata dengan keunikan terbaru yang membuatnya popular sehingga dapat segera dikunjungi wisatawan oleh karena kecepatan informasi saat ini. Sehingga ini akan dapat memberikan pertumbuhan yang sangat signifikan terhadap bisnis pariwisata.

    5. Bisnis Pariwisata dari Pertambahan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa pesatnya telah merangsang pertumbuhan industri pariwisata, baik dalam bentuk event dari perusahaan yang berhubungan dengan industri pariwisata, dan MICE (Meeting Incentive Conference & Exibition) secara cepat pula. Demikian pula penyebaran ilmu melalui seminar, konggres, konferensi, dan pameran produk baru, serta persaingan yang sangat ketat ikut memacu industri ini menjadi tak terbendung.

    6. Adanya keputusan dalam putaran Uruguay telah disepakati agar semua jenis jasa dibuka bagi perdagangan dunia dengan tingkat liberalisasi 100% berdasarkan empat prinsip.

4 Prinsip Perdagangan dunia dengan tingkat liberalisasi 100% :

  1. Cross border supply, yang berarti pemasok jasa asing bebas menjual jasanya di Negara tuan rumah (host country).
  2. Consumption abroad, yang berarti pemakaian jasa di Negara Tuan rumah bebas membeli jasa dari pemasok jasa asing.
  3. Commercial presence, yang berarti pemasok jasa asing bebas untuk membuat atau mendirikan Kantor seperti cabang dan sebagainya di Negara Tuan rumah.
  4. Presence of natural person, yang berarti pemasok jasa asing bebas untuk mengirimkan tenaga kerjanya untuk bekerja dinegara tuan rumah.

Analisis Perkembangan Pariwisata Indonesia

Dalam perkembangan pariwisata Indonesia,  ada beberapa isu pariwisata internasional yang diperkirakan cukup mempengaruhi industri kepariwisataan Indonesia dan juga di dunia.


9 Isu Internasional yang mempengaruhi pengembangan pariwisata di Indonesia yaitu :

    1. Keamanan dunia, Terorisme, dan Hak Asasi Manusia

    2. Pergeseran kecenderungan dari Pariwisata Masal menuju Pariwisata, Minat Khusus (Special Interest Tourism)

    3. Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development)

    4. Pembangunan yang memberdayakan dan melibatkan Masyarakat (Community Based Development)

    5. Revolusi Teknologi Informasi

    6. Semakin terbukanya Pergerakan dan Perjalanan manusia Lintas Batas Negara dan Wilayah (Borderless Tourism)

    7. Perlindungan konsumen yang semakin ketat (Consumer Right)

    8. Era Perdagangan Bebas dan Liberalisasi Industri

    9. Serangan Amerika Serikat terhadap Irak


Analisis perkembangan pariwisata dan kepariwisataan Indonesia pada peta persaingan pasar global telah menjadi semakin berat karena beberapa tekanan yang terjadi karena beberapa aspek kehidupan politik dengan banyaknya partai yang belum tenang, bencana alam gunung berapi, kabut asap, banjir.

Transportasi udara yang terlalu padat sehingga sering terjadi delay, dan transportasi darat KA, Bus dan lainnya tidak seimbang dengan kebutuhan jumlah pengguna jasa, terjadi kemacetan di kota-kota besar, pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang kompetitif, dan kehidupan budaya yang mulai berubah kurang memperhatikan asset local wisdom (kearifan lokalnya). 

6 hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata Indonesia dalam persaingan global :

    1. Keamanan nasional
    2. Pemulihan krisis ekonomi
    3. Tingginya euphoria proses otonomi daerah
    4. Banyaknya pengangguran; kurang sinergisnya program-program pemasaran pariwisata Indonesia
    5. Jaringan IT networking
    6. Program prioritas pembangunan pariwisata perlu ditingkatkan pada posisi utama, selama ini masih pada posisi keempat. 

5 permasalahan industri pariwisata Indonesia dari ketidakseimbangan pengembangan pariwisata di daerah dan di pusat :

    1. Pembangunan pariwisata yang tidak merata, khususnya di kawasan timur Indonesia, sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia timur dari sektor pariwisata masih rendah.

    2. Indonesia hanya bertumpu pada satu pintu gerbang utama, yaitu Bali. 

    3. Lemahnya perencanaan pariwisata di kawasan timur Indonesia dan kurang dimanfaatkan potensi pariwisata di kawasan tersebut secara optimal.

    4. Rendahnya fasilitas penunjang pariwisata yang terbangun.

    5. Terbatasnya sarana transportasi, termasuk hubungan jalur transportasi yang terbatas.

Permasalahan yang tersebut diatas semuanya bermuara pada pendanaan, sehingga pengembangannya jauh dari apa yang diharapkan, demikian juga dari dukungan partisipasi (supporting value) dari para pemerhati pariwisatanya juga banyak berbeda, baik dari faktor SDM pengelolanya (human capital). 

Dengan demikian aspek otonomi daerah tersebut menekankan pada peran stakeholder pariwisata daerah dalam menentukan bagi kelanjutan pengembangan pariwisata daerah yang ada membutuhkan: kreativitas, inovatif, semangat dan kerjasama (team work) untuk membangun asset pariwisata demi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara luas.


10 cara memaknai potensi pengembangan kepariwisataan Indonesia


    1. Pariwisata adalah faktor penting untuk menggalang persatuan bangsa yang rakyatnya memiliki perbedaan, adat istiadat, dan cita rasa yang beragam.

    2. Pariwisata menjadi faktor penting dalam pengembangan ekonomi karena kegiatannya mendorong perkembangan beberapa sector ekonomi nasional.

    3. Pariwisata Internasional sangat berguna sebagai alat perdamaian dalam ketegangan-ketegangan politik antar bangsa dan negara. 

    4. Pariwisata juga berperan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, sebagai ajang reset penelitian dari seluruh masyarakat akademisi di dunia.

    5. Pariwisata juga sebagai ajang berbisnis melalui event-event MICE yang saat ini sedang marak dalam scope internasional.

    6. Pariwisata sebagai ajang berbagai pertandingan olah raga, peningkatan sportivitas, kerjasama team, loyalitas kebangsaan antar Negara dan bangsa ( Sea Games, world cup, Olympiade)

    7. Pariwisata juga sebagai alat untuk menjaga kesehatan, menghilangkan stress, relaxasi, refreshing menumbuhkan semangat jiwa yang baru, pergantian suasana tempat dan iklim serta menjauhkan diri dari segala rutinitas sehari-hari dapat menurunkan ketegangan syaraf.

    8. Pariwisata meperkenalkan berbagai budaya tradisional yang sangat beragam sehingga dapat dipergunakan sebagai ajang berkolaborasi yang positif, sehingga tercipta nilai-nilai seni budaya yang lebih berkualitas.

    9. Dengan pariwisata menciptakan perubahan sikap dan perilaku serta karakter dari berbagai pengalaman melihat dan mengikuti acaraacara adat budaya dan keagamaan daerah yang memiliki nilai filosofis yang tinggi.

    10. Sehingga dapat terjadi dari sebagian wisatawan asing yang setelah kembali ke daerah atau Negara asalnya sikap perilaku, pola pikir, pandangan berubah menjadi lebih baik.

    11. Sebagai contoh wisatawan asing yang awalnya tidak percaya adanya Tuhan setelah lama berada di Pulau Bali dan banyak melihat berbagai acara adat penduduk melakukan sesaji setiap saat akhirnya sadar adanya Tuhan.

    12. Banyak wisatawan akhir-akhir ini yang melakukan wisata minat khusus senang untuk menikmati keindahan alam (Back to Nature), hal ini merupakan peluang positif bagi pariwisata Indonesia yang kaya obyek wisata alamnya. 

Aspek Pengembangan Pariwisata

3 Pengembangan destinasi pariwisata yang harus dipenuhi suatu destinasi wisata :

    1. Something to see adalah obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata. Dengan kata lain obyek tersebut harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu untuk menyedot minat dayatarik dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut.

    2. Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna atau bermanfaat untuk memberikan perasaan senang, bahagia, relax yang berupa fasilitas-fasilitas rekreasi baik itu arena beraktivitas bermain ataupun tersedianya berbagai tempat makan, terutama makanan khas lokal dari tempat tersebut sehingga mampu memberikan pengalaman baru serta membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal.

    3. Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan dapat berbelanja yang berupa souvenir, produk kemasan yang pada umumnya adalah merupakan ciri khas atau icon dari daerah tersebut, sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. (Yoeti,1985)[11].

Dalam pengembangan pariwisata perlu ditingkatkan langkah-langkah yang terarah dan terpadu terutama mengenai pendidikan tenagatenaga kerja dan perencanaan pengembangan fisik. 

Kedua hal tersebut hendaknya saling terkait sehingga pengembangan tersebut menjadi realistis dan proporsional.

Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1